Kapolrestabes Imbau Jaga Kondusifitas Kota

Kamis, 16 Mei 2019 | 02.00 WIB

Kapolrestabes Imbau Jaga Kondusifitas Kota

Kegiatan Kapolresrabes Kombes Pol Sandi Nugroho yang berkunjung ke PCNU Surabaya. (WIndhi/Centroone)


Centroone.com - Momen bulan suci Ramadhan, tepat untuk meningkatkan ibadah dan mempererat Ukhuwah Islamiyah serta menjaga persaudaraan antar sesama. Itulah yang jadi tujuan bersama jajaran Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugraha mensyukuri bisa bersilaturahmi dan bersinergi dengan para ulama serta pengurus NU Kota Surabaya. “Dengan barokah para Kiai NU Kota Surabaya, mudah-mudahan Polrestabes Kota Surabaya bisa bekerja secara maksimal melayani masyarakat dan menciptakan suasana aman damai," ujarnya, usai melakukan buka puasa bersama di kantor PCNU Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Dia juga mengimbau kepada masyarakat Surabaya agar bersikap dewasa dan mentaati aturan hukum dalam menyikapi proses demokrasi, khususnya pasca Pilpres 2019. “Sampai saat ini kami mengimbau kepada masyarakat bahwa ikuti aturan hukum yang berlaku karena demokrasi sudah berjalan. Silahkan dipatuhi dan ditaati sebagai bagian dari demokrasi yang dewasa dan tertib,” tambahnya.

Sementara Ketua PCNU Kota Surabaya Dr Ahmad Muhibbin Zuhri MAg menyatakan, siap bersinergi dan bekerjasama dengan Polrestabes Surabaya dalam mendukung upaya agar Kota Surabaya aman dan damai  serta menghindari upaya memecah umat dan warga. “Kita selama ini mau bekerjasama dan aktif sinergi dengan kepolisian untuk menjaga kondusifitas Surabaya terutama dalam membatasi pergerakan ideologi-ideologi atau paham-paham yang potensial untuk mengarah kepada disintegrasi, mengarah kepada perpecahan antar umat dan antar warga dengan berkembangnya ideologi radikal. Kita berharap, ini bisa mengembangkan satu pemahaman karakter masyarakat yang kondusif, yang damai dalam keberagaman,” ujarnya.

NU Kota Surabaya juga menyatakan siap merangkai kerjasama dengan Polrestabes Surabaya untuk sama-sama menjaga Surabaya, termasuk kondisi pascaPemilu yang memang sangat rentan terhadap disintegrasi, terutama karena bumbu-bumbu simbol-simbol agama yang sangat sensitif.

“Maka kita sebagai ormas keagamaan juga ikut untuk mendinginkan suasana setelah Pemilu ini supaya masyarakat bisa menerima hasilnya. Karena itu proses demokrasi, pasti ada yang menang ada yang kalah. Sekiranya ada yang tidak puas, seharusnya dilakukan upaya-upaya yang konstitusional jangan sampai ada gerakan-gerakan massa,“ tambahnya. (windhi/by)