Jelang Leg 1 Final Piala Presiden, GBT Diperbaiki

Senin, 08 Apr 2019 | 20.02 WIB

Jelang Leg 1 Final  Piala Presiden, GBT Diperbaiki

Stadion GBT yang masih diperbaiki serta pembangunan akses jalan masuk. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau pembenahan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan pelebaran jalan akses masuk stadion GBT, Senin (8/4/2019). Stadion kebanggaan Surabaya itu dipersiapkan untuk menyambut leg 1 partai final Piala Presiden, Selasa (9/4/2019).

Wali kota meninjau beberapa toilet dan langsung meminta jajarannya untuk memperbaiki tempat cuci tangan, meminta memperbaiki kaca-kaca yang rusak serta petugas kebersihan diminta membersihkan toiletnya. “Tolong ini diganti, yang ini diganti kaca aja biar cepat kerjaanmu,” kata Wali Kota Risma kepada jajaran Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang.

Setelah itu, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga meninjau ruang ganti pemain, termasuk pula ruang ganti untuk lawan-lawan Persebaya. Di ruang ganti Persebaya, Wali Kota Risma meminta memperbaiki beberapa tembok yang sudah mulai rusak dan meminta toiletnya dibersihkan. Bahkan, ruang ganti itu akan dicat hijau kuning yang identik dengan warna Persebaya.

Wali kota melihat langsung papan skor yang sobek, sehingga dia pun meminta jajarannya untuk segera memperbaikinya. Wali Kota Risma menjelaskan GBT itu terus dibenahi jelang partai final Piala Presiden. Dia juga berharap Persebaya bisa menang dan bisa menjadi juara.

Wali kota mengimbau kepada Persebaya dan Bonek untuk selalu siap menghadapi segala kondisi. Bonek diminta untuk terus menjaga kondisi Kota Surabaya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Ery Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya terus mengebut akses jalan menuju GBT dan ditargetkan selesai hari ini. Selain itu, ada beberapa pengecatan dan semua kamar  mandi dibersihkan dan diperbaiki. Bahkan, ruang jumpa pers juga akan diperbaiki serta ruangan untuk wartawan.

“Tahun 2020, kita akan menganggarkan sekitar Rp15 miliar lebih untuk memperbaiki semuanya, termasuk pengecatan, perbaikan AC dan berbagai maintenance lainnya, semuanya akan kita lakukan di tahun 2020,” tegas Ery.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati memastikan bahwa akses masuk menuju GBT itu terus dikebut mulai beberapa bulan lalu. Bahkan, dia mengaku penggarapan itu hingga tengah malam atau hingga pagi. Khusus untuk hari ini, jalan itu akan diberi agregat supaya tanahnya di situ bisa padat dan bisa dilalui, karena akses jalan itu akan menjadi pemisah antara pejalan kaki, motor dan mobil.

“Hari ini kami kerahkan tiga alat berat dan 17 truk yang riwa-riwi mengangkut tanah hasil galian bozem. Panjang akses jalan itu 400 meter dan lebarnya 20 meter, sedangkan jalan yang sudah beraspal lebarnya sekitar 8 meter, sehingga nantinya kalau itu selesai, akses masuk ke GBT lebarnya sekitar 28 meter,” pungkasnya. (windhi/by).