Laskar Berkarya Jatim Desak Penyelenggara Pemilu Jujur Dan Transparan

Senin, 29 Apr 2019 | 16.56 WIB

Laskar Berkarya Jatim Desak Penyelenggara Pemilu Jujur Dan Transparan

Ketua DPW Laskar Berkarya Jatim Lasiono. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Laskar Berkarya Jatim mendesak penyelenggara Pemilu untuk jujur dan transparan. Hal ini berdasarkan laporan dari DPC Laskar Berkarya Tuban, Sidoarjo, Surabaya dan Malang terkait temuan dugaan kasus kecurangan hasil Pileg 2019.

Hal ini ditegaskan Ketua DPW Laskar Berkarya Jatim Lasiono yang menyatakan agar  penyelenggara Pemilu 2019 bertindak jujur dan transparan dalam penghitungan suara.

 “Mendesak KPU, Bawaslu dan seluruh jajarannya agar bekerja lebih profesional, jujur, adil, transparan dan independen sehingga proses penghitungan dan hasil Pemilu betul-betul terpercaya, objektif dan seksama serta diumumkan tepat waktu sehingga dapat  diterima secara objektif oleh semua pihak," tegas Lasiono dalam rilisnya, Senin (29/4/2019).

Mantan jurnalis ini juga menambahkan, dirinya sudah memegang data mengenai dugaan mobilisasi petugas TPS untuk memenangkan caleg tertentu. "Saya punya data itu mengenai dugaan mobilisasi petugas TPS untuk memenangkan caleg tertentu. Saya siap menunjukkan bukti tersebut maupun adu data," tambahnya.

Dirinya juga mempunyai data dugaan petugas TPS memanfaatkan dana dari caleg tertentu untuk memenangkan suaranya, karena uang dari penyelenggara Pemilu belum cair.

Tak lupa, pihaknya menyampaikan selamat kepada seluruh rakyat Indonesia, penyelenggara pemilu dan semua pihak yang telah berpartisipasi, melayani, mendukung, mengamankan pelaksanaan Pemilu 17 April sehingga berjalan lancar, tertib, gembira, aman dan damai.

“Terselenggaranya Pemilu 17 April, merupakan kemenangan dan bukti kedewasaan politik bangsa Indonesia," ujarnya.

Laskar Berkarya Jatim mengajak semua pihak menghormati pilihan rakyat dan berjiwa besar menerima segala keputusan yang dikeluarkan KPU pada 22 Mei mendatang. Namun jika terdapat persengketaan Pemilu, hendaknya diselesaikan secara hukum yang dijamin konstitusi disertai jiwa musyawarah untuk kemaslahatan bersama.

Tak lupa, Laskar Berkarya mengajak semua pihak untuk cooling down yang ditunjukkan dengan sikap menahan diri, menjaga ketenangan, dan bersabar menunggu hasil penghitungan dan pengumuman resmi dari KPU.

“Masyarakat hendaknya tidak terlalu terpengaruh suasana oleh banyaknya hasil hitung cepat (quick count, red), exit poll dan lain-lain yang disajikan di media massa, media sosial, dan ruang publik," pungkas pria yang sedang menyelesaikan S2 ilmu politik ini. (windhi/by).