Lagi, Pemkot Bantu Pekerjaan Keluarga KPPS Yang Meninggal

Minggu, 28 Apr 2019 | 01.00 WIB

Lagi, Pemkot Bantu Pekerjaan Keluarga KPPS Yang Meninggal

Wali Kota Risma bersama Mukholifah. (WIndhi/Centroone)



Centroone.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini benar-benar berduka atas meninggalnya beberapa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KKPS) di Surabaya. Sebagai perwakilan pemerintah, dia pun hadir dan takziah ke keluarga-keluarga petugas KPPS yang diduga meninggal setelah menjalankan tugas saat Pemilu.

Sudah tiga hari berturut-turut Wali Kota Risma bersama jajarannya keliling mengunjungi rumah keluarga petugas KKPS yang meninggal. Di hari ketiga ini, Sabtu (27/4/2019), Wali Kota Risma mengunjungi keluarga almarhum Hariono yang bertugas di TPS 45, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo. Almarhum merupakan petugas KPPS bagian ketertiban.

Tiba di rumah keluarga almarhum Hariono Jl Jugruk Rejosari III/10, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Wali Kota Risma dan jajarannya disambut hangat oleh pihak keluarga. Saat itu, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan kepada keluarga almarhum.

Selain itu, Wali Kota Risma juga memastikan bahwa Pemkot Surabaya siap membantu pendidikan anak almarhum. Bahkan, istri almarhum Hariono, Mukholifah, sempat meminta pekerjaan kepada Wali Kota Risma. Pekerjaan yang dimintanya itu diharapkan yang dekat dengan rumahnya.

Dengan sigapnya, Wali Kota Risma langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg Febria Rachmanita. Wali Kota Risma pun meminta drg Febria untuk memberikan pekerjaan kepada Mukholifah di Puskesmas Pembantu Kandangan. Hari Senin depan, Mukholifah akan dipanggil dan apabila sudah siap bekerja, mulai 1 Mei dia akan bekerja di Puskesmas Pembantu Kandangan.  “Saya mencoba membantulah, mengurangi beban keluarga ini,” kata Wali Kota Risma seusai takziah.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga berharap ada evaluasi tentang sistem penyelenggaraan Pemilu serentak tahun ini. Sebab, apabila sistemnya masih sama seperti Pemilu 2019 ini, maka banyak petugas TPS yang kelelahan. “Mungkin ada evaluasi, karena memang melelahkan kalau sistemnya masih seperti kemarin. Petugas TPS juga berat,” harapnya.

Sementara Mukholifah, menyampaikan terimakasih atas bantuan yang diberikan Wali Kota Risma dan jajaran Pemkot Surabaya. Menurutnya, memang yang paling penting adalah pendidikan kedua anaknya dan juga kebutuhan tentang pekerjaan. “Alhamdulillah Bu Risma mau bantu pendidikan anak dan juga dikasih pekerjaan. Saya sangat bersyukur,” kata Mukholifah sambil matanya berkaca-kaca.

Mukholifah kemudian menceritakan kronologi meninggalnya sang suami. Dia menjelaskan bahwa almarhum Hariono mengalami kelelahan saat bertugas menjaga TPS 45 sampai dengan Kamis (18/4/2019) pukul 08.00. Setelah pulang ke rumah, Hariono mengeluh kepada istrinya seluruh badannya terasa capek karena tidak duduk atau istirahat selama berjam-jam di TPS. Almarhum yang merasa kelelahan, seketika tidur di rumah hingga malam hari. Keesokan harinya, almarhum badannya terasa sakit, kemudian dibawa ke dokter praktik oleh keluarganya.

“Kemudian pada Minggu-Senin, kondisinya semakin drop dan akhirnya pada Senin (22/4/2019) sekitar pukul 14.30, almarhum meninggal dunia di rumah,” pungkasnya. (windhi/by)