Banyak Dukungan Bangun Alun-Alun Suroboyo

Selasa, 23 Apr 2019 | 19.28 WIB

Banyak Dukungan Bangun Alun-Alun Suroboyo

Maket alun-alun Suroboyo. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Rencana Pemkot Surabaya membangun ruang publik berupa alun-alun Suroboyo, terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain dukungan mengalir dari masyarakat sipil, juga mengalir dari kalangan akademisi. Keberadaan alun-alun Suroboyo yang dinilai penting, pemkot diminta segera mewujudkannya.

Pakar Tata Kota ITS Surabaya Haryo Sulistyarso, mendukung penuh rencana Pemkot Surabaya membangun ruang publik untuk kegiatan positif masyarakat, seperti alun-alun Suroboyo. Walaupun, pembangunan alun-alun itu masih terkendala dengan masalah lahan di Jl Pemuda 17, namun dia berharap pemkot bisa mempertahankan lahan tersebut.

“Saya berharap jangan sampai ini lepas dari kendali kita. Sayang sekali menurut saya, karena itu dahulu riwayatnya merupakan aset pemkot,” kata Haryo, Selasa (23/4/2019).

Dia mengimbau kepada Pemkot Surabaya agar kedepannya lebih intens lagi menjaga aset. Tujuannya, agar tidak ada lagi lahan atau aset pemkot yang menjadi sengketa. “Aset pemkot memang harus dijaga dan diarsipkan dengan baik, jangan sampai lepas dari tangan kita,” tuturnya.

Haryo juga berpesan kepada Pemkot Surabaya agar lebih bijak lagi menyikapi antara kepentingan aset untuk masyarakat, pengusaha swasta dan beberapa orang yang punya kepentingan. “Saya mendukung pembangunan-pembangunan untuk publik space, namun kembali lagi, pemkot harus berjuang mengupayakan itu,” ujarnya.

Lahan yang pemanfaatannya untuk masyarakat, diharapkan Haryo agar pemkot mengupayakannya dengan sungguh-sungguh. Dia menegaskan, jalur hukum memang harus ditempuh untuk mempertahankan aset tersebut.

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Arsitektur dan Perencanaan Wilayah Kota Universitas Kristen Petra Benny Poerbantanoe. Dia juga mendukung dan bersikap positif setiap keputusan Pemkot Surabaya. Termasuk rencana pembangunan ruang terbuka publik berupa alun-alun Suroboyo. “Kalau bicara arsitektur, alun-alun itu biasanya dikelilingi kantor kabupaten, masjid, penjara, dan tempat belanja,” kata Benny sapaan akrabnya.

Menurutnya, kawasan Balai Pemuda ini dinilai wilayah yang strategis. Berperan sebagai gerbang menuju Kantor Balai Kota dan menjadi entry poin. Bangunan Balai Pemuda ini dapat mengatur komposisi simetri dan bangunan yang bentuknya laras.

“Jadi di utara ada poros di bagian Jalan Yos Sudarso, kemudian dijemput Jalan Panglima Sudirman. Sebuah persimpangan biasanya punya peran khusus, yakni gerbang akan menganut komposisi simetri ada bangunan yang bentuknya laras, dan paling penting tidak kehilangan entry poin nya,” jelasnya.

Tak hanya membahas seputar bentuk dan istilah bangunan, Benny juga mendorong Pemkot Surabaya agar mempertahankan aset pemerintah itu. Langkah hukum harus ditempuh untuk merebut aset yang sudah selayaknya menjadi milik pemkot. Akan tetapi, jika jalur hukum belum berhasil, Pemkot dan PT Maspion seharusnya mencari jalan tengah agar semuanya tetap berjalan. (windhi/by)