BKD Jatim Periksa 30 ASN Bolos Pasca Pemilu 2019

Sabtu, 20 Apr 2019 | 08.57 WIB

BKD Jatim Periksa 30 ASN Bolos Pasca Pemilu 2019

Kepala BKD Pemprov Jatim Anom Surahno (windhi/centroone)


Centroone.com - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim mencatat ada sekitar 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak masuk kerja tanpa alasan sehari usai Pemilu. Meski demikian, BKD tidak langsung memberikan sanksi kepada ASN tersebut.

Untuk menindaklanjuti hasil sidak yang dilakukan petugas, Kepala BKD Jatim Anom Surahno mengatakan, pihaknya akan memanggil sejumlah ASN yang diketahui tidak mengantor pada sehari setelah Pemilu. 

“Kami masih lihat dulu apakah terlambat atau nanti ada alasan lain. Kalau memang sengaja, baru kita beri sanksi,” ujarnya dikonfirmasi di kantor BKD Jatim.

Anom menjelaskan, ada tiga sanksi yang akan diberikan kepada para ASN yang tidak hadir pada hari pertama masuk kerja, yakni sanksi ringan, sedang dan sanksi berat. “Jika sejumlah ASN tersebut tidak mengantor dengan alasan yang tidak jelas sebanyak tiga kali, kami akan melaporkan agar mereka mendapatkan sanksi salah satunya remunerasinya dipotong,” katanya.

Untuk para staf yang akan memberikan sanksi adalah atasan langsung. Sedangkan untuk para pejabat yang akan memberikan sanksi adalah Gubernur atau Wakil Gubernur Jatim selaku pembina ASN.

Anom mengatakan, dari sidak tersebut hasilnya jumlah ASN yang masuk sebanyak 8.132 orang. Sedangkan yang sakit ada 28 orang dan izin secara sah sebanyak 55 orang. Sementara untuk yang izin melakukan diklat (pendidikan dan pelatihan) sebanyak 67 orang. Untuk yang tukar jaga seperti dokter misalnya, sebanyak 363 orang. “Nah untuk yang tanpa alasan ini sebanyak 30 orang,” jelasnya.

Anom menambahkan, pemprov memang memberikan larangan untuk ASN melakukan cuti. Menurutnya imbauan tersebut dilakukan beberapa hari sebelum Pemilu digelar. “Tanggal 17 April memang hari yang diliburkan namun bukan berarti untuk cuti. Dengan libur tersebut, diharapkan masyarakat bisa memberikan suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),” pungkasnya. (windhi/by)