Puji Jatim, Ketua TKD Jatim: "Jawa Timur Keren"

Kamis, 18 Apr 2019 | 00.55 WIB

Puji Jatim, Ketua TKD Jatim:

Mahfud Arifin Ketua TKD Jatim saat memberikan keterangan persnya. (Windhi/centroone);


Centroone.com - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Irjen Pol (purn) drs Mahfud Arifin SH mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Jatim. Ini terkait kemenangan pasangan 01 Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin dari quick count di 31 dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim.

"Jawa Timur keren," tegas Mahfud, Rabu (17/4/2019), di markas TKD Jatim Jl Basuki Rahmat Surabaya, usai tiba dari Jakarta menghadiri acara bersama Jokowi di gedung Jakarta Theater.

Menurut Mahfud, baik masyarakat, tokoh agama (kiai), dan berbagai elemen lainnya, kompak untuk memenangkan Jokowi. Bahkan pemilih di luar negeri juga lebih antusias, berbeda dengan Pemilu 2014 lalu. 

"Pemilih di luar negeri rela antri, kehujanan, kepanasan dan berdesakan untuk memenuhi hak suaranya. Alhamdulillah Jawa Timur bisa dikuasai, Jawa Timur keren," tandas mantan Kapolda Jatim ini.

Dia menambahkan, dari hasil hitung sementara yang sudah masuk sebanyak 60 persen suara, Jatim sudah dikuasai pasangan 01. "Saat ini ada tujuh tempat yang belum masuk. Yakni Kabupaten/Kota Probolinggo, Bojonegoro, Pacitan, Magetan dan dua di Madura (Pamekasan dan Sumenep, red). Pada 2014, kita kalah di 14 kabupaten/kota, tapi kini kita menang di 31 kabupaten/kota. Ini keren," tambah Mahfud.

Sementara terkait target kemenangan di Jatim yang dipatok 70 persen, menurut Mahfud hanya akan tercapai antara 63-65 persen. Namun angka itu bisa betambah seiring masuknya 100 persen suara di Jatim. Apalagi masih ada tujuh kabupaten/kota yang belum masuk penghitungannya. Bahkan Mahfud meyakini jika suara pasangan 01 di Madura bakal menang.

Ditanya apakah kekalahan pasangan 01 di Sumatera Barat dan NTB akan berimbas? Mahfud menegaskan, penduduk di dua provinsi itu ada berapa dan berapa jiwa yang masuk DPT, tentu itu kalah dengan Jatim yang DPT-nya mencapai 30 juta lebih. Jadi dengan perolehan atau kemenangan di Jatim saja, kekalahan di dua provinsi itu tak ada artinya. Jatim ini termasuk provinsi penyumbang suara terbesar di Nasional. (windhi/by)