Ada Chatbot, Laporkan Hoaks Cukup Lewat Aplikasi Chatting

Rabu, 17 Apr 2019 | 20.00 WIB

Ada Chatbot, Laporkan Hoaks Cukup Lewat Aplikasi Chatting

Logo Kominfo (Kominfo)



Centroone.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI membuka layanan baru dalam usahanya  memerangi hoaks, kabar bohong, informasi menyesatkan dan ujaran kebencian, chatbot. Layanan tersebut diberi nama Chatbot Anti Hoaks.

Chatbot Anti Hoaks adalah piranti lunak berupa program komputer yang dirancang untuk menjawab setiap pertanyaan publik mengenai informasi yang masih diragukan kebenarannya. Software ini dikembangkan bersama Prosa, sebuah start up pengembang natural language processing untuk mempermudah masyarakat melakukan pengecekan kebenaran sebuah informasi atau berita yang diperoleh.

Chatbot Anti Hoaks terkoneksi dengan aplikasi pesan instan Telegram melalui akun @chatbotantihoaks. Informasi klarifikasi hoaks yang yang akan disajikan melalui chatbot adalah berasal dari data base atau pangkalan data Mesin AIS Kemkominfo. Saat ini Kemkominfo dan Prosa sedang mengembangkan layanan Chatbot Anti Hoaks untuk pengguna aplikasi pesan instan Whatsapp dan LINE.

“Kita harapkan masyarakat punya channel untuk verifikasi informasi. Sejauh ini baru Instagram yang sudah bekerja sama untuk penerapan chatbot ini. Di Instagram sendiri, sudah ada ID untuk dapat pengguna melakukan verifikasi informasi tersebut. Kita bisa copy paste pesan itu kemudian kirim ke chatbot. Nanti diidentifikasi sama chatbot itu. Nanti chatbot memberikan feedback berdasarkan data base yang mereka miliki," tukas Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Semuel A Pangerapan saat mengenalkan Chatbot Anti Hoaks beberapa waktu lalu. 

Chatbot ini sendiri merupakan Layanan pendukung dari mesin AIS yang bekerja 24 jam dan 7 hari seminggu serta didukung oleh 100 anggota Tim Verifikator. by