Sokong Peforma Stadia, Google Pilih Data Center Berbasis GPU AMD Radeon

Jumat, 29 Mar 2019 | 20.00 WIB

Sokong Peforma Stadia, Google Pilih Data Center Berbasis GPU AMD Radeon

Google Stadia (Stadia)



Centroone.com - Di event Game Developer Conference (GDC) 2019, Google memperkenalkan secara resmi Google Stadia - platform cloud gaming dimana gamer memainkan game lewat streaming tanpa perlu konsol ataupun menginstal game di perangkat.  

Untuk mendukung Stadia, Google telah memilih data center berkinerja tinggi berbasis GPU (Graphic Processing Unit) AMD Radeon untuk menopang platfom Google Stadia yang berbasis Vulkan dan Linux.   AMD juga mendukung Google dengan pengembangan perangkat lunaknya dan driver Vulkan berbasis open-source yang akan membantu pengembang game mengoptimalkan game baru di masa depan agar mendukung platform Google Stadia yang bertenaga AMD Radeon tersebut.

“Dengan memadukan DNA gaming dan teknologi datacenter yang sejak lama berkomitmen untuk platform terbuka, AMD menawarkan teknologi dan keunggulan unik yang memungkinkan pengalaman gaming cloud kelas dunia,” kata Ogi Brkic, Corporate VP & GM Datacenter GPU Business Unit AMD.

Google sendiri telah bekerja sama dengan AMD selama bertahun-tahun dalam proyek ini, yang mengarah pada pengembangan GPU khusus dengan fitur dan kinerja terdepan untuk Google Stadia. 

“Google dan AMD telah berbagi komitmen untuk platform open-source yang fokus pada Vulkan, driver open-source GPU Vulkan, dan tool optimisasi grafis berbasis open-source. Kami senang melihat semangat inovasi dan kolaborasi yang ada di seluruh industri game dan berharap dapat merintis masa depan teknologi grafis dengan pengembang game, berbasis open-source,”  jelas ujar Dov Zimring, Lead Google Stadia Developer Platform Product. 

Datacenter kinerja tinggi berbasis GPU AMD Radeon untuk Google Stadia menawarkan High-Bandwidth Memory (HBM2) generasi kedua yang memberikan penghematan daya dalam desain yang ringkas, Fitur penting datacenter, seperti proteksi Error Correcting Code (ECC) yang akan membantu memastikan integritas data,  Performa yang cepat dan dapat diprediksi dengan fitur keamanan untuk gaming berbasis cloud, melalui solusi virtualisasi GPU berbasis hardware pertama di industri yang dibangun pada teknologi standar industri SR-IOV (Single-Root I/O Virtualization). 

Sementara Driver AMD berbasis open-source Linux memungkinkan Google dan mitra pengembangannya untuk memeriksa kode dan memahami persis cara kerja driver, memungkinkan mereka untuk lebih mengoptimalkan aplikasi mereka untuk berinteraksi dengan chip grafis AMD Radeon. Driver tersebut juga berisi komponen penelusuran aplikasi, yang bersama dengan AMD Radeon GPU Profiler (RGP) menyediakan akses ke informasi terperinci tentang bagaimana beban kerja ditangani oleh GPU AMD Radeon.   by