Wagub Jatim Ajak ITS Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Minggu, 24 Mar 2019 | 19.31 WIB

Wagub Jatim Ajak ITS Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Prof Joni Hermana berdialog dengan Emil Dardak terkait energi terbarukan. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Saat ini terlihat jelas berbagai langkah pemerintah yang gencar terhadap pengembangan energi baru terbarukan di seluruh wilayah Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, ITS melalui Himpunan Mahasiswa Instrumentasi (Himatekins) menggelar Instrumentation Talk Show (Intshow) yang mendatangkan berbagai pakar, salah satunya Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak MSc, Minggu (24/3/2019).

Selain mendatangkan orang yang berada pada posisi pembuat kebijakan, Intshow ini juga mendatangkan praktisi dari dunia industri yaitu Direktur Utama PT Gerbang Multindo Nusantara Chayun Budiono. Dari unsur akademisi yaitu Kepala Pusat Studi Energi ITS Dr Ir Ali Musyafa MSc juga turut hadir pada diskusi ini.

Berlangsung di ruang Sidang Utama Rektorat ITS, Emil menyampaikan bahwa sebetulnya Indonesia saat ini memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar. Menurut data profil energi terbarukan di Jawa Timur saja yang Emil paparkan, sudah terdapat 24.562 megawatt (MW) listrik hasil dari energi baru terbarukan.

Dari total semua itu, energi surya (matahari) menjadi yang paling banyak menghasilkan listrik di Jatim. Madura menjadi wilayah yang memiliki potensi paling besar pada energi surya. Selain karena pencahayaan sinar matahari yang bagus, banyak tanah datar yang cukup luas juga mendukung hal itu.

Padahal di negara Indonesia ini, Emil menjelaskan, sebenarnya energi panas bumi menjadi potensi energi baru terbarukan yang terbesar. Pasalnya, Indonesia sendiri sudah dikenal sebagai negara yang menempati area ring of fire (Lingkaran Api).

Hal itu memiliki arti bahwa dalam negara ini banyak sekali gunung berapi aktif yang menyimpan banyak panas di dalamnya. Bahkan Emil berani menyebutkan bahwa potensi energi panas bumi di Indonesia adalah yang terbesar di seluruh dunia.

Tetapi, lanjut Emil, hal itu tidak sebanding dengan pemanfaatan energi panas bumi yang ada di Indonesia, pasalnya saat ini Indonesia masih dirasa kurang dalam pemanfaatan energi panas bumi. Banyak sekali hambatan yang menjadi tantangan pada pengembangan panas bumi ini. Salah satu yang paling umum adalah mengenai kerusakan lingkungan.

Namun Emil menyebutkan bahwa di sisi lain sebetulnya panas bumi adalah suatu hal yang unik. Pasalnya, jika dibangunkan pembangkit listrik, akan memakan sedikit lahan untuk tempat peralatannya. “Bahkan tak disangka, ternyata uap dari panas bumi ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pemandian air hangat,” ujarnya.

Selain mengenai energi panas bumi dan surya, sebetulnya sudah banyak sumber energi baru terbarukan yang sudah dikembangkan di Indonesia. Contohnya berupa energi angin, air, bio-energi dan gelombang. 

Emil mengungkapkan, permasalahan energi ini merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh. Karena penggunaan energi saat ini sudah mencakup pada seluruh aspek. “Yang paling sering dalam kehidupan keseharian adalah kebutuhan charge ponsel pintar pada setiap saat,” tuturnya mencontohkan.

Oleh karena itu, Emil menginginkan ITS memiliki peran juga sebagai salah satu penggerak pada bidang riset untuk pengembangan teknologi energi baru terbarukan, khususnya di Provinsi Jatim.

Sementara pada sisi lain fakta yang ada di lapangan, sebetulnya masyarakat sudah banyak sekali yang membuat berbagai inovasi, baik mengenai pengembangan energi baru terbarukan ataupun yang lainya. Namun banyak yang terjadi bahwa inovasi yang dikembangkan oleh mereka tidak bisa bertahan lama.

“Di sinilah, peran ITS untuk membimbing mereka supaya segala inovasinya menjadi sempurna dan dapat bermanfaat dengan baik,” ungkap mantan Bupati Trenggalek tersebut. (windhi/by)