3 Tim Mobil Hemat Energi ITS Siap Berlaga di SEM Asia 2019

Jumat, 22 Mar 2019 | 23.00 WIB

3 Tim Mobil Hemat Energi ITS Siap Berlaga di SEM Asia 2019

Tiga tim mobil hemat energi yang jadi perwakilan ITS di SEM Asia 2019. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - ITS berkesempatan menunjukkan prestasinya di level internasional. Kali ini melalui tiga tim mobil hemat energi andalanya yaitu Sapuangin, Nogogeni dan Antasena yang akan unjuk diri pada ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2019 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. 

Ketiga tim ini dilepas secara resmi Rektor ITS terpilih periode 2019 - 2024 Prof Dr Ir Mochamad Ashari, di halaman Rektorat ITS, Jumat (22/3/2019) siang. Pria yang akrab disapa Ashari ini mengungkapkan, jika tiga tim ini sudah memiliki nama besar dengan sederet prestasinya baik di level nasional maupun internasional. “Semua dilakukan demi kesuksesan sekaligus kelancaran proses ketiga tim dalam mempertahankan gelar juara yang sudah diraih sebelumnya,” ujarnya.

Ashari menambahkan, ajang SEM Asia 2019 yang akan berlangsung pada 29 April - 2 Mei 2019, menandai 10 tahun diselenggarakannya kompetisi yang menantang para mahasiswa dari berbagai universitas se-Asia. Mereka ditantang untuk berinovasi dan merakit beragam mobil hemat energi yang nantinya berkompetisi di lintasan balap. “Dari 10 tahun pelaksanaan itu, ITS melalui tim Sapuangin mampu menjadi yang terbaik selama delapan tahun berturut-turut,” tandasnya.

Pada SEM Asia 2019 ini, ITS akan menurunkan ketiga timnya pada kelas yang berbeda. Tim ITS Sapuangin dengan mobilnya Sapuangin XI Evo 2 akan turun berlaga pada kelas Urban Concept dengan bahan bakar gasolin. Kemudian Nogogeni ITS Team dengan mobilnya Nogogeni V EVO akan berkompetisi pada kelas Urban Electric. Sedangkan tim terakhir yaitu Antasena ITS Team dengan mobilnya yang dijuluki Antasena FCH 1.0, nantinya akan turun berlaga pada kelas Urban Concep berbahan bakar hidrogen. Ketiga tim ITS berfokus pada kelas urban, di mana kategori tersebut dirasa cocok dan lebih dekat dalam pengembangan mobil yang berkonsep city car.

Dr Ir Atok Setyawan MEngSc selaku perwakilan dosen pembimbing dari ketiga tim menjelaskan, di kelas urban ini mobil-mobil dari Indonesia memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan negara lainnya pada ajang SEM Asia. Ajang ini juga sekaligus pembuktian dalam hal inovasi dan pengembangan mobil, khususnya bagi tim-tim dari ITS, melihat persaingan di ajang SEM ini didominasi oleh tim dari Indonesia. 

“Dibutuhkan usaha dan kerja keras yang lebih dari semua elemen di dalam ketiga tim ini,” tambah dosen Teknik Mesin ini.

Bila sebelumnya, ITS hanya bisa mendapat jatah mengirimkan dua tim, untuk SEM Asia 2019 ini ITS mendapat jatah tiga tim. Hal ini terjadi berkat keberhasilan Tim Sapuangin yang menjuarai kompetisi internasioanal Drivers’ World Championship Competition 2018 di London, sehingga tahun ini ITS mendapatkan kesempatan menurunkan tiga tim untuk pertama kalinya. (windhi/by)