Akibat Video Penembakan Christchruch, Facebook Ditinggal Pengiklan

Jumat, 22 Mar 2019 | 15.00 WIB

Akibat Video Penembakan Christchruch, Facebook Ditinggal Pengiklan

Facebook (Pixabay)



Centroone.com - New Zealand digegerkan aksi penembakan brutal di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Christcurch. Aksi Brenton Tarrant, yang juga merekam penembakan itu menggunakan kamera GoPro dan disiarkan langsung lewat sebuah halaman Facebook menewaskan setidaknya 50 orang dan melukai puluhan lainnya.   Tindakan Brenton, rupanya berdampak panjang bagi Facebook. 

Sejumlah pengiklan dilaporkan meninggalkan Facebook setelah video penembakan itu muncul di platform jejaring sosial terbesar dunia tersebut.  Pihak pengiklan mempertanyakan kenapa Facebook tidak mampu mencegah video itu muncul dan kemudian beredar luas pasca serangan.  

Para pengiklan yang tergabung dalam Asosiasi Pengiklan Selandia Baru dan Dewan Komunikasi Komersial, mempertanyakan kenapa saat sebuah iklan bisa ditujukan atau ditargetkan pada pengunjung tertentu dan dalam waktu tertentu, sistem yang sama tidak bisa digunakan pada konten negatif. 

Beberapa perusahaan terkenal di Selandia Baru seperti ASB Bank,  Burger King dan perusahaan telekomunikasi Spark dilaporkan menarik iklan mereka dari Facebook dan Google. Perusahaan lain seperti Kiwibank, ANZ Bank Selandia Baru, Bank Selandia Baru dan Lotto Selandia Baru juga telah menarik iklan digital mereka. 

"Beberapa perusahaan mulai mempertanyakan apakah mereka ingin dikaitkan dengan platform media sosial yang tidak dapat mendeteksi atau bertanggung jawab atas konten negatif di situs tersebut.  Kami mendorong Facebook dan pemilik platform lainnya untuk mengambil kendali efektif atas konten negatif sebelum tragedi lain diposting secara online," kata pernyataan itu seperti dilansir New Zealand Herald. 

Perusahaan-perusahaan itu menuntut sikap dan mendesak perusahaan berbasis teknologi untuk mengambil tindakan yang tepat  terkait "bahaya konten online yang tidak diawasi."  by