Kejar Target Kemendagri, Surabaya Lakukan Percepatan Perekaman e-KTP

Rabu, 13 Mar 2019 | 21.00 WIB

Kejar Target Kemendagri, Surabaya Lakukan Percepatan Perekaman e-KTP

Agus Imam Sonhaji (tengah), menyampaikan program baru Dispendukcapil. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Percepatan pelayanan perekaman e-KTP menjadi prioritas Pemkot Surabaya. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dipendukcapil) mulai 14-31 Maret 2019, memudahkan warga Surabaya agar bisa mengakses dan mendapatkan pelayanan rekam e-KTP di kantor Siola sejak pukul 07.30 hingga 24.00.

Disampaikan Kepala Dipendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji, berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), masih banyak warga Surabaya yang belum melakukan perekaman e-KTP. Dengan program ini diharapkan masyarakat yang belum melakukan perekaman bisa segera mengurusnya.
“Per 14-31 Maret 2019, kita akan mempersilahkan seluruh warga kota yang belum melakukan perekaman untuk datang ke Siola,” kata Agus kepada wartawan di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (13/3/2019).

Pihak Dispendukcapil menempatkan layanan percepatan rekam data e-KTP di sisi barat, depan Museum Surabaya (Siola). Layanan tersebut akan tetap buka walaupun hari libur. “Termasuk Sabtu dan Minggu kita tetap buka ndak libur,” katanya.

Penuntasan program percepatan itu juga akan diimbangi dengan program Jemput Bola (Jebol). Masyarakat Surabaya yang termasuk dalam kategori lansia, disabilitas dan belum melakukan perekaman e-KTP, akan didatangi petugas ke rumahnya. “Kami juga membuat program Jemput Bola, kami turun ke wilayah yang akan didata oleh Lurah. Untuk lansia dan disabilitas nanti kami akan mobile, turun mulai 14-31 Maret 2019,” ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan surat Kemendagri, batas untuk melakukan perekaman e-KTP bagi setiap kabupaten/kota di Indonesia adalah 20 Maret 2019. Namun, karena dinilai terlalu mepet, akhirnya pihaknya mengajukan agar batas akhir perekaman e-KTP di Surabaya diperpanjang hingga 31 Maret 2019. “Karena komunikasi kita dengan Kemendagri juga baik, Insyaa Allah walaupun 31 Maret nanti bisa diakui oleh Kemendagri,” jelasnya.

Berdasarkan data SIAK, per 5 Maret 2019, jumlah warga Surabaya yang belum melakukan perekaman e-KTP mencapai 98 ribu orang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah jumlah tersebut sesuai dengan data yang ada di lapangan. Sebab data penduduk itu sifatnya dinamis dan bisa berubah-ubah setiap saat. 

“Karena data itu bergerak tiap hari, ada datang dan pindah. Karena itu, sekarang seluruh camat dan lurah mendata warganya, untuk memastikan warga tersebut ada atau tidak,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) tersebut.

Sementara untuk jumlah kebutuhan blangko e-KTP, Agus memastikan jika saat ini suplai kebutuhan blangko dinilai aman. Dia mengaku setiap minggu kebutuhan blangko e-KTP akan disuplai pusat. “Dulu rata-rata disuplai 15 ribuan per minggu. Dan ke depan kami akan minta lebih,” terangnya.

Agus menambahkan, agar proses perekaman e-KTP di Surabaya bisa segera rampung, pihaknya telah menyiapkan 12  hingga 14 alat rekam yang akan stay di gedung Siola. Sementara untuk sisanya, 6-7 alat akan dioptimalkan untuk mobile. Dia mengaku dalam tiap hari, warga yang melakukan perekaman e-KTP sekitar 300-400. Namun jika program ini berjalan, diharapkan bisa sepuluh kali lipatnya. “Saya berharap kepada warga Surabaya yang belum melakukan perekaman agar bisa memanfaatkan itu,” pungkasnya. (windhi/by)