Bosch Resmikan Kantor Sebagai Sentra Pengalaman Dan Inovasi

Jumat, 01 Mar 2019 | 01.00 WIB

Bosch Resmikan Kantor Sebagai Sentra Pengalaman Dan Inovasi

Andrew Powell membuka kantor bos dan sempat menjajal motor listrik. (WIndhi/Centroone)


Centroone.com - Bosch sebagai perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, hari ini, Kamis (28/2/2019), membuka fasilitas inovasi barunya di Surabaya. Kantor baru yang berlokasi di Jl Diponegoro 27 atau di pusat Kota Surabaya memiliki luas 885 meter persegi, dirancang khusus untuk mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan akademisi, mahasiswa dan komunitas digital. 

Disampaikan Andrew Powell selaku Managing Director Bosch in Indonesia, bahwa membangun Indonesia dengan ide kreatif tak saja dari Jakarta, tapi bisadari tempat lain seperti di Surabaya. Menurut dia, kantor ini tak saja untuk karyawan tapi jua untuk umum, karena di tempat ini ada sentra inovasi untuk kalangan muda. Diharapkan, semua unit yang ada di kantor itu bisa berkontribusi di Indonesia.

Lebih lanjut disampaikannya dalam pembukaan kantor tersebut, kantor cabang berkonsep baru ini dihadirkan untuk memenuhi tiga tujuan utama. Pertama, sebagai tempat karyawan Bosch bekerja dan memberi dukungan kepada para mitra dealer. Kedua, sebagai sentra pengalaman, yaitu tempat para pelanggan untuk bisa melihat, merasakan dan mencoba ragam produk dan solusi Bosch mulai mobility solutions, industrial technology, consumer goods hingga energy and building technology. Terakhir, sebagai sentra inovasi untuk membimbing kalangan muda kreatif dan inovatif Indonesia serta mendukung mereka untuk mewujudkan gagasan menjadi solusi di masa depan. 

“Sebagai pemimpin di bidang inovasi, Bosch bertekad untuk membangun perubahan di pasar, baik di bidang teknologi maupun bisnis, dan mempertahankan fokus strategis kami pada bidang konektivitas. Kantor cabang ini tidak hanya bertujuan memperluas jangkauan perusahaan dalam menyediakan produk, layanan dan solusi yang meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga mempertemukan keahlian dan kemampuan loT (Internet of Things) Bosch dengan para digital natives muda di Surabaya dan bahkan Indonesia,” ujar Andrew Powell.

Saat ini, Indonesia telah menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi internet terbesar dan terpesat di Asia Tenggara didukung lingkungan yang sangat didominasi oleh penggunaan ponsel cerdas dan lebih dari 140 juta internet user. Indonesia diprediksi menjadi ekosistem bisnis IoT bernilai sekitar Rp444 triliun pada 2022 mendatang.

Memahami besarnya potensi Indonesia di masa depan, Bosch siap menegaskan posisinya sebagai perusahaan IoT terdepan dan mengukuhkan jejaknya di negara ini. Salah satunya dengan menghadirkan kantor cabang berkonsep baru di Surabaya perdana di wilayah ASEAN. Surabaya sendiri merupakan kota yang istimewa bagi Bosch. Metropolitan yang dianugerahi Kompas Smart City Award dan Guangzhou International Award for Urban Innovation ini menjadi lokasi pertama hadirnya produk Bosch di Indonesia sekitar seabad lalu.

Sentra inovasi di kantor cabang Bosch di Surabaya meliputi empat fasilitas utama. Yakni Co-working Space merupakan area yang kondusif bagi para digital native untuk bekerja, mengeksplorasi dan menciptakan gagasan-gagasan inovatif. Incubation Pod merupakan area berbagi ide dan berkonsultasi, juga menjadi sarana pembuatan konten guna mempromosikan gagasan dan mempublikasikannya secara daring. Innovation Simulation Lab merupakan area yang didedikasikan sebagai sarana pengembangan dan pengujian berbagai konsep solusi menggunakan Bosch XDK IoT Platform. Terakhir, Gamification Zona merupakan area bagi para kreator game untuk mengembangkan aplikasi augmented and virtual reality menggunakan iMac dan VR glass yang tersedia. 

Pada pembukaan kantor cabang baru ini, Bosch juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) guna menumbuhkan kreativitas dan semangat inovasi di kalangan talenta muda. Kerja sama ini meliputi penyediaan co-working space, incubation pod, innovation simulation lab dan gamification zone oleh Bosch kepada universitas untuk pengembangan gagasan dan inovasi. Selain itu untuk sesi barbagi pengetahuan bersama universitas yang berfokus pada area Mobility Solutions, Industry 4.0, dan Connected Solutions. Kerjasama itu juga untuk penyelenggaraan berbagai promosi dan aktivitas bersama untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong mahasiswa agar memanfaatkan sentra inovasi ini.

"Kami sangat antusias dan ingin segera merealisasikan kolaborasi ITS dengan Bosch. Dengan dukungan para ahli bidang teknologi yang bekerja di Bosch, kami optimis nota kesepahaman ini bisa mendorong lahirnya start-up baru. Inilah salah satu cara Institusi kami mewujudkan transformasi digital terutama di bidang loT. Kolaborasi dengan Bosch juga menjadi gambaran bagaimana ITS menggabungkan penelitan berbasis keilmuan dengan praktik penerapannya,” ujar Prof Dr Ketut Buda Artana ST M.Sc selaku Wakil Rektor ITS.

Hadir pada acara itu, Martin Hayes selaku President Director of Bosch in South East Asia, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati, Wakil Rektor ITS Prof Dr Ketut Buda Artana ST M.Sc dan Dr Zainal Arief ST MT selaku Direktur Elektronik Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). (windhi/by)


...
0




There are 0 comments in this current article