Toko Klontong Harus Bisa Bertahan

Rabu, 06 Feb 2019 | 22.54 WIB

Toko Klontong Harus Bisa Bertahan

Para pemilik toko klontong Surabaya yang mengikuti pengarahan wali kota. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Sebanyak 530 pelaku usaha toko klontong, diharapkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar terus survive atau bertahan di tengah perkembangan zaman. Arahan ini disampaikan wali kota saat bertemu para pelaku usaha kecil di Graha Sawunggaling, komplek Pemkot Surabaya, Rabu (6/2/2019). 

Tak hanya diberi pengarahan, para pelaku toko klontong ini juga mengikuti training atau pelatihan dari narasumber yang sudah disiapkan Dinas Perdagangan Surabaya. Hal ini dilakukan wali kota agar pelaku usaha toko klontong ini bisa bertahan, karena tak dipungkiri sudah banyak pelaku usaha tersebut yang harus gulung tikar. 

Wali kota tak ingin usaha kecil menengah ini punah. Dia justru menginginkan toko klontong bisa terus hidup. “Saya ingin menghidupkan toko klontong, saya ingin mereka makin survive di tengah perkembangan zaman,” tegas Wali Kota Risma, terkait mengumpulkan pelaku usaha ini.

Menurut dia, memang tidak mudah untuk menghidupkan dan membuat mereka bertahan. Namun tak ada yang tak mungkin jika dilakukan bersama-sama. Untuk itulah Pemkot Surabaya membentuk pelaku usaha ini per kelompok di setiap kecamatan. “Kita buat koperasi per kecamatan. Progresnya pun sangat bagus, terbukti di Kecamatan Sawahan dan Rungkut. Pasti ada yang jalan dan ada pula yang tidak. Nah, nanti yang tidak jalan ini akan kita evaluasi,” tegasnya.

Diyakini wali kota, dengan dibentuk koperasi maka mereka akan bisa membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk tokonya secara bersama-sama. Apabila membeli bersama-sama dengan jumlah yang banyak, maka dipastikan harganya akan lebih murah, sehingga sangat cocok untuk dijual kembali dan keuntungannya bisa lebih besar.

Dengan bertahannya pelaku usaha ini, maka bisa dipastikan mereka akan bisa bersaing meskipun banyak toko modern. Apalagi, jumlah penduduk Kota Surabaya terus bertambah. Ini menunjukan jika kebutuhan sehari-hari warga akan semakin bertambah. Tentu pelaku usaha ini akan jadi solusi pemenuhan kebutuhan warga. Bahkan akan terbuka lapangan pekerjaan baru.

“Jangan mudah menyerah, harus semangat karena kita anak cucu pahlawan. Selalu kerja keras untuk melawan apapun,” pesan Risma.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati memastikan bahwa pendampingan kepada para pelaku usaha toko klontong ini merupakan program Wali Kota Risma yang sudah lama berjalan. Di Surabaya, pelaku usaha ini ada 1.200 lebih toko klontong.

Sementara pelatihan yang diberikan berupa penataan toko, pengelolaan administrasi stok barang dan keluar, pengelolaan keuangan masuk dan keluar serta pemasaran dan penjualannya. Saat ini sudah ada tujuh koperasi di tujuh kecamatan, yakni Sambi Kerep, Krembangan, Sawahan, Tambaksari, Gubeng, Tenggilis dan Rungkut. Anggotanya pun beragam, ada yang 60 dan ada pula yang 54 anggota. (windhi/by)