Media Sosial Dorong Perawatan Estetika ke Era Beauty 4.0

Jumat, 22 Feb 2019 | 17.00 WIB

Media Sosial Dorong Perawatan Estetika ke Era Beauty 4.0

dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM, Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group. (Centroone)



Centroone.com - Seperti halnya revolusi industri berkembang dan mengalami perubahan dari industri 1.0 menuju 4.0 demikian pula beauty industry mengalami revolusi. Di era Beauty 4.0, kehadiran dunia digital terutama sosial media memberikan dampak besar. 

Media sosial merupakan sarana untuk eksistensi dan aktualisasi diri bagi masyarakat. Namun media sosial juga merupakan sarana kebebasan berekspresi bagi masyarakat, menyuarakan opini, pendapat, komentar dan kritik. Eksistensi diri seseorang di media sosial dapat menimbulkan dampak yang positif, atau menuai banyak kritik dan menimbulkan haters. 

"Era digital telah memberi dampak yang besar pada industri estetika secara global. Di industri estetika, fenomena tren timbul karena pengaruh dari perkembangan teknologi dan sosial media. Industri 4.0 inipun telah menyeret industri estetika memasuki era Beauty 4.0," tutur dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM, Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group di pembukaan cabang Miracle Aesthetic Citraland, Jumat, (23/02/2019). 

Hal ini tentunya menimbulkan dampak pada sosial dan psikologi seseorang. Demikian juga di Sosial Beauty, penampilan seseorang dapat menjadi pujian, sindiran, atau bahkan menjadi hujatan. Pada akhirnya hal Inilah yang membuat terbentuknya tuntutan baru di dunia estetika. 

"Goal dari Beauty 4.0, bagaimana para praktisi dapat memenuhi kebutuhan tersebut.   Bagaimana kita menyempurnakan tampilan wajah sesuai versi terbaiknya, namun tetap terlihat natural, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memberi dampak positif bagi mereka saatberinteraksi dengan orang lain. Hasil perawatan yang kita lakukan harus dapat memberikan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi kehidupan sosial mereka." tegas dr. Lanny Juniarti.  by