Peringkat Webometrics ITS Naik Berkat Optimalisasi Layanan Informasi

Kamis, 21 Feb 2019 | 21.00 WIB

Peringkat Webometrics ITS Naik Berkat Optimalisasi Layanan Informasi

Wakil Rektor IV ITS Prof Ketut menunjukan website kampusnya. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Untuk meningkatkan kualitas layanan informasinya melalui situs resminya www.its.ac.id, ITS terus berbenah. Hasilnya, peringkat ITS di perankingan Webometrics dari peringkat ke-8 naik menjadi peringkat ke-7 se-Indonesia.

Webometrics sendiri merupakan lembaga internasional yang melakukan penilaian terhadap perguruan tinggi di seluruh dunia berdasarkan website-nya setiap enam bulan sekali. Wakil Rektor IV ITS Bidang Penelitian, Inovasi dan Kerja Sama Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc mengatakan, hasil yang didapat menunjukkan bahwa perbaikan yang telah dilakukan terhadap website ITS sudah sesuai dengan apa yang direncanakan.

Adapun beberapa aspek yang menjadi perhatian Ketut bersama tim selama ini, antara lain dari sisivisibilitas, konten atau isi dan excellence. Ketut pun menjelaskan, aspek visibilitas menjadi standar seberapa mudah suatu website untuk diakses dan dipahami oleh masyarakat. 

“Untuk memudahkan diakses oleh orang asing, website ITS juga telah menyediakan konten berbahasa Inggris,” terangnya.

Selain itu, dia pun mengatakan bahwa desain website ITS juga telah banyak diubah mengikuti warna dan tren millennial (kekinian, red) agar semakin menarik dan memperbanyak orang yang mengakses. “Website ITS juga didesain lebih interaktif dengan berbagai foto bergerak dan tidak terkesan monoton,” imbuh Guru Besar Teknik Sistem Perkapalan ITS itu.

Selanjutnya dari segi excellence, Ketut menerangkan bahwa aspek ini menjadi salah satu parameter penilaian Webometrics berdasarkan jumlah artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan.

Dia pun menuturkan, sekarang ini ITS telah menerapkan kebijakan yakni semua penelitian seperti tugas akhir (TA), tesis, disertasi dan lain-lain yang dilakukan oleh mahasiswa ataupun dosen akan diberikan waktu dua tahun untuk dipublikasikan ke jurnal internasional. “Apabila setelah dua tahun penelitian tersebut tidak dipublikasikan, maka akan dimasukkan ke perpustakaan ITS,” ujar pria asal Singaraja, Bali.

Ketut mengungkapkan, sebelumnya menggunakan sistem digital library (digilib), saat ini perpustakaan ITS sudah menggunakan sistem repository yang lebih mudah untuk dikenali oleh search engine atau mesin pencari di internet. “ITS kini juga sedang menyiapkan sistem e-lib yang mana sistem tersebut akan lebih kuat karena memiliki kapasitas yang besar,” ungkapnya.

Di samping itu, Ketut mengatakan, pihaknya juga tengah melakukan program Search Engine Optimation (SEO) agar dokumen-dokumen yang dimiliki ITS semakin mudah untuk diakses. Salah satu dari program tersebut adalah dengan menambah kapasitas bandwidth atau nilai konsumsi transfer data, baik domestik maupun internasional.

Namun, dia mengingatkan bahwa perbaikan kualitas dan kinerjalah yang seharusnya menjadi acuan, bukan semata-mata karena ranking. “Apabila kinerja dan kualitas yang kita berikan bagus, maka (posisi) ranking akan mengikuti,” tandasnya. (windhi/by)