Semua Pihak Harus Peduli Kebersihan Sungai Brantas

Minggu, 17 Feb 2019 | 19.00 WIB

Semua Pihak Harus Peduli Kebersihan Sungai Brantas

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menyusuri Sungai Brantas. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyusuri Sungai Brantas, Minggu (17/2/2019). Gubernur mengingatkan warga bahwa kebersihan sungai menjadi tanggung jawab semua pihak, mulai pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, pihak swasta dan semua masyarakat di Jatim. 

Menurutnya, wewenang  menjaga kebersihan tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab Jatim, tapi ada administrasi kewilayahan. Setidaknya, harus ada komitmen kemudian memastikan proses pembersihan secara terukur dan tidak terjadi penumpukan sampah. Dampak dari penumpukan sampah adalah terjadinya pendangkalan sungai, rusaknya habitat dan keragaman sungai. "Komitmen sudah pernah dilakukan, akan tetapi harus diperbaharui sebagai bagian untuk membangun dan menjaga kebersihan sungai,” jelasnya.

Khusus Sungai Brantas yang melintasi Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya, Khofifah mengharapkan bersama-sama untuk menjaga kebersihan sungai. Misalnya, disepakati untuk dilakukan pengerukan dengan biaya besar karena menggunakan alat berat. Nanti dipetakan wilayah mana yang dilakukan pengerukan dan biaya ditanggung bersama dengan Pemprov Jatim.

Dia juga mengajak pelaku usaha ambil bagian dalam 
rangka menjaga kebersihan sungai. Misalnya dibuat MoU bersama pelaku usaha di sepanjang DAS Brantas untuk industri bersih berkelanjutan merupakan komitmen kalangan pelaku usaha untuk tidak lagi merusak sungai Brantas.

 ”Misal, ada perusahaan yang berada di tepi sungai  untuk ikut mengelola limbah agar tidak mengotori dan merusak ekosistem sungai. Pelaku usaha harus ikut bagian didalamnya, dan secara tidak langsung menjadi bagian edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu,  peran serta relawan dan dunia pendidikan juga sangat penting dalam rangka menjaga kebersihan sungai. Dengan adanya relawan, menjadi bagian gerakan bersama untuk peduli terhadap lingkungan, kali ini Relawan Jogo Kali menjadi ujung tombak dalam rangka meningkatkan kualitas kebersihan sungai di Jatim.

Dia juga mengharapkan peran serta universitas untuk ikut mendedikasikan perannya untuk kebersihan sungai. Banyak hal yang bisa dilakukan misalnya adanya Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengambil tema sungai. Dari sungai, mahasiswa bisa mendapatkan ilmu yang banyak misalnya kualitas air, pH air, daya dukung ekologi. “Nanti, saya akan bertemu dengan forum rektor untuk melibatkan program KKN dalam menjaga kebersihan sungai,” tambahnya. 

Saat itu juga ada pencanangan Gerakan Adopsi Sungai Brantas, serta Deklarasi Relawan Jogo Kali di Jambangan Surabaya, Minggu (17/2/2019) pagi.
Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Prov Jatim Diah Susilowati mengatakan, gerakan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar mengembalikan fungsi sungai, melalui program Adopsi Sungai Brantas. Tujuannya, untuk mengurangi sampah dan mengedukasi masyarakat pentingnya menjaga sungai Brantas. 

“Gagasannya adalah untuk stop membuang popok sekali pakai di sungai, sekaligus mengelola sampah agar sehat dan bernilai,” jelas Diah.

Pentingnya gerakan ini, lanjut Diah, karena Sungai Brantas adalah sungai prioritas di Jatim untuk keperluan konsumsi air PDAM. Namun, saat menyusuri sungai tersebut, ternyata masih banyak sampah yang ditemui di sepanjang aliran sungai, khususnya sampah popok. (windhi/by).