Apresiasi Bantuan Kejari Surabaya

Senin, 11 Feb 2019 | 22.00 WIB

Apresiasi Bantuan Kejari Surabaya

Wali Kota Risma menyerahkan penghargaan kepada Kejari Surabaya Teguh Darmawan. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Sebanyak 25 jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mendapat penghargaan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Di ruang sidang wali kota, Senin (11/2/2019) penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas konsistennye dalam mendampingi Pemkot Surabaya menjalankan proyek strategis dan pengembalian aset. 

Ke-25 penghargaan yang diberikan itu termasuk untuk Kepala Kejari Surabaya Teguh Darmawan. Diakui Wali Kota Risma, sebelum menjabat sebagai wali kota hingga menjabat wali kota dua periode, dirinya selalu meminta bantuan kepada Kejari Surabaya dalam menyelesaikan berbagai masalah pertanahan, termasuk pula dalam melaksanakan berbagai proyek yang dilakukan Pemkot Surabaya. “Alhamdulillah banyak yang kembali (aset-aset Pemkot Surabaya, red) dan proyek lancar,” kata Wali Kota Risma, usai memberikan penghargaan.

Menurut Wali Kota Risma, salah satu alasan proyek-proyek besar Pemkot Surabaya bisa terealisasi dengan cepat karena selalu didampingi pihak Kejari. Salah satunya proyek frontage road sisi barat yang memakan waktu kurang dari tiga tahun. “Jadi, mereka mendampingi kami mulai awal hingga akhir. Mulai dari proses lelang, negosiasi, pembayaran hingga pelaksanaan dan pengawasannya terus didampingi,” kata dia.

Melalui cara ini, maka aset-aset Pemkot Surabaya dan masalah pertanahan di Surabaya serta proyek-proyek yang digarap Pemkot Surabaya bisa lebih lancar dan yang terpenting bisa terhindar dari fitnah-fitnah. Sebab, ketika di lapangan banyak menghadapi karakter orang yang bermacam-macam. Bahkan, ada beberapa orang yang ketika dipanggil oleh Pemkot Surabaya tidak datang, tapi kalau dipanggil Kejari selalu datang. “Dengan bantuan mereka, orang-orang tidak akan berpikir macam-macam dan dapat meminimalisir fitnah-fitnah, sehingga temen-teman dinas lebih mudah untuk mengerjakan proyeknya,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemkot Surabaya, ada beberapa pendampingan yang dilakukan Kejari Surabaya selama 2018. Khusus untuk pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) adalah pengadaan atau pembelian tanah dan atau bangunan untuk ruang terbuka hijau makam Keputih, Makam Warugunung, Kebun Raya Mangrove Pamurbaya Gunung Anyar Tambak dan Kebun Raya Mangrove Pamurbaya Wonorejo. Selain itu, pembelian gedung Gelora Pancasila dan bangunan penunjangnya di Jl Indragiri 6 Surabaya.

Sedangkan pendampingan dalam penyelesaian permasalahan non litigasi adalah PT KKI, PT KYS, Jl Kalisosok 27, Jl Jimerto 41, 44, 45, 47, 48 dan 51, PT STAR, Kantor Satpol PP, PT ARBENA, SMPN 24, SDN Simokerto VIII/4111, Wisma Persebaya, CMS, Puskesmas Bangkingan, SDN Jemurwonosari, Pagesangan, Djuki, SDN Nginden Jangkungan dan masih banyak kasus lainnya.

Teguh Darmawan mengakui jika Kejari Surabaya mendampingi Pemkot Surabaya sudah sejak lama. Setiap tahun, selalu ada kegiatan pendampingan dalam bidang proyek-proyek strategis. “Tujuan pendampingan ini supaya di kemudian hari tidak ada penyelewengan dan sebagainya, sehingga harus dilakukan pengawalan atau pendampingan dari awal hingga akhir,” kata Teguh.

Dia juga menjelaskan, selama 2018, Kejari Surabaya sudah mendampingi pemkot dalam 70 proyek lebih yang apabila diuangkan kurang lebih Rp1 triliun. “Selama pendampingan ini tidak ada kendala atau tantangan, karena memang sejatinya supaya tidak ada penyelewengan apapun,” pungkasnya. (windhi/by)