Kembangkan Singapura Lewat URA

Senin, 30 Des 2019 | 19.56 WIB

Kembangkan Singapura Lewat URA

Salah satu sudut bagian dalam URA. (Windhi/centroone)



Centroone.com- Negara Singapura yang sudah sangat maju di Asia Tenggara, selalu memiliki mimpi besar dalam hal pembangunan.

Di negara itu terdapat instansi yang memang merumuskan kemajuan masa depannya. Yakni melalui Urban Redevelopment Authority (URA) atau di Kota Surabaya lebih dikenal dengan sebutan Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko).

URA ini memiliki tanggang jawab perencanaan penggunaan lahan strategis jangka panjang dan rencana jangka menengah yang ditinjau setiap lima hingga sepuluh tahun. Bahkan rencana reklamasi di negara itu juga diatur dengan sangat strategis. Hal ini untuk mengatasi keterbatasan lahan di Singapura.

Memang ketika bebas dari belenggu Inggris pada 1965, Singapura hanya memiliki lahan sekitar 581, 5 kilimeter persegi. Namun kawasan yang dikembangkan URA menjadi bandara, pelabuhan, perkantoran hingga kawasan pemukiman, kini luasan Singapura menjadi 721,5 kilometer persegi. Ini merukan salah satu pekerjaan URA yang sudah kelihatan hasilnya.

Menariknya, lahan reklamasi itu juga sudah mampu dilewati kereta bawah tanah sebagai transportasi publik. Bahkan hingga saat ini, di Kota Singapura banyak ditemui pembangunan-pembangunan. Bongkar pasar pembangunan ini dianggap wajar karena itu bagian dari rencana URA mengembangkan Singapura. Ada 55 kawasan perencananaan yang sudah dibagi URA untuk pembangunan Singapura.

Ke depannya, karena keterbatasan lahan, Singapura berencana mengembangkan pembangunannya ke bawah tanah. Hal itu juga untuk kawasan pemukiman penduduk. Evaluasi jangka panjang yang dilakukan Singapura untuk mengatasi kekurangan lahan itulah yang menjadikan banyaknya pembangunan-pembangunan di kota itu. Singapura lebih mengutamakan pengembangan infrastruktur bawah tanah.

Jika melihat bagian dalam Singapore City Gallery (kantor URA), kita akan tahu perkembangan Singapura dari masa ke masa. Karena di gedung itu memang disuguhkan pembangunan Singapura dan rencana pembangunannya 50 tahun ke depan. Direktur dan Co-Founder Partisipate in Design (P!d) Jam Lim menyampaikan, di URA ini terdapat maket Singapura. 

Dari maket itu dijelaskan pula tentang infrastruktur Singapura dari saat ini hingga masa depan. Bahkan dengan lampu warna-warni menunjukan susunan utilitas di kota itu. Mulai jaringan pipa air, gas hingga jaringan kabel listrik, fiberoptic, bahkan sampai letak terowongan atau jalur kereta bawah tanah dan kereta monorel atau LRT. Semua tergambarkan di URA tersebut.

Generasi muda Singapura juga dilibatkan dalam kantor URA atau Singapore City Gallery tersebut. Generasi muda juga diapresiasi walau memiliki ide gila tentang pembangunan Singapura ke depannya. Hal itu menurut Jam Lim adalah untuk mengapresiasi generasi muda Singapura agar lebih peduli pada pembangunan negaranya.

Yang menariknya, pembangunan Singapura ini bukan saja untuk masyarakatnya, melainkan untuk warga dunia lainnya. Disampaikan Co-Founder Collectively Ours (COLOURS) Dr Chong Keng Hua, kita jangan lantas berpikir sempit hanya menyediakan ruang publik untuk kita sendiri, namun sediakanlah juga ruang publik untuk masyarakat internasional, untuk berbagai bangsa di dunia. Dengan begitu, konsep Singapura untuk menjadi destinasi wisata tetap bisa terwujud.

Artinya, walau tak memiliki destinasi wisata alam, Singapura tetap mampu menjadi kota wisata yang jadi jujukan warga dunia lainnya. Tentu hal tersebut mampu mendatangkan dollar yang lebih besar bagi negara itu. (windhi/by).