4 Langkah Perangi Bahaya Hipertensi

Jumat, 20 Des 2019 | 14.00 WIB

4 Langkah Perangi Bahaya Hipertensi

Salah satu alat pemantau tekanan darah Omron (Omron)


Centroone.com - Hipertensi sering disebut sebagai "the silent killer".  Berdasar data dari World Health Organization 2015, 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita di dunia menderita hipertensi.  Omron Healthcare Indonesia berbagi cara untuk mencegah dan mengelola "the silent killer." Hipertensi sendiri diketahui dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal ginjal, stroke, atau gagal jantung. 

1. Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Siapa pun dapat memiliki risiko hipertensi. Seseorang mungkin merasa sehat, langsing, atau tidak kelebihan berat badan tetapi semua memiliki tingkat kerentanan yang sama. Jadi, pencegahan adalah cara terbaik untuk menanggulangi hipertensi. Selain gaya hidup sehat, seseorang seharusnya memantau dan mengamati pembacaan tekanan darah mereka secara konsisten. Alat yang memonitor tekanan darah digital (BPM) lebih akurat daripada alat monitor tekanan darah merkuri. Seseorang dapat dengan mudah menggunakan alat monitor tekanan digital sendiri dengan mengikuti instruksi sederhana daripada menggunakan alat monitor tekanan darah merkuri konvensional yang membutuhkan bantuan orang lain.

2. Manfaatkan Alat Monitor Tekanan Darah Digital  

Sebagian besar alat pengukur tekanan darah digital belum sepenuhnya terotomatisasi dan sepenuhnya digital. Karena itu, pilih alat yang sepenuhnya otomatis dan menggunakan konektivitas nirkabel Bluetooth. Hal ini memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengamati, memantau, dan mencatat tekanan darah mereka. Bahkan, ada alat yang terhubung ke aplikasi seluler sehingga data yang direkam dapat dengan mudah dibagikan dengan staf medis untuk membantu mereka membuat diagnosis dan manajemen yang lebih akurat.  

3. Rutin Pantau Tekanan Darah 

Saat ini, pemantauan tekanan darah secara mandiri di rumah tidak lagi menjadi pilihan bagi pasien hipertensi, tetapi sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Idealnya, pengukuran tekanan darah harus dilakukan di pagi hari dan sebelum waktu tidur. Pilih alat yang divalidasi secara klinis dan dilengkapi dengan sensor cerdas (bio sensor), sehingga dapat secara otomatis mengembangkan manset, untuk mengimbangi tekanan darah yang berfluktuasi untuk memastikan hasil yang optimal dan akurat. Dengan data yang akurat, dokter tidak akan terlalu bergantung pada hasil pembacaan klinis. Pasien juga harus dapat mengatasi hipertensi jaket putih, dan dokter akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang kondisi pasien mereka.

4. Berbagi Edukasi 

Omron berkomitmen kepada masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran mencegah hipertensi. Salah satu upayanya adalah terus mendidik masyarakat dan meningkatkan kesadaran mereka tentang hipertensi dan pentingnya memantau tekanan darah di rumah. Pendidikan ini juga dilakukan melalui pemberitaan di media.

" Sebagai sebuah perusahaan, Omron selalu berkomitmen untuk mempromosikan pencegahan dan pengelolaan penyakit seperti hipertensi, sehingga orang dapat menikmati kehidupan yang lebih sehat dan lebih nyaman, melalui berbagai teknologi yang kami miliki. " tukas Yoshiaki Nishiyabu, Managing Director, PT. OMRON Healthcare Indonesia.  by