Saatnya Rusunawa Sombo Direhabilitasi

Rabu, 20 Nov 2019 | 21.00 WIB

Saatnya Rusunawa Sombo Direhabilitasi

Arif Fathoni dan Rusunawa Sombo. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Warga penghuni Rusunawa Sombo mengeluhkan kondisi tempat tinggalnya yang mengalami kerusakan. Abdurrahim, Ketua RT 02 RW 05 menjelaskan, kerusakan itu sudah sejak tahun lalu.

"Yang rusak itu genteng, plafon, gudang," jelasnya.

Akibat kondisi itu tidak sedikit penghuni yang berinisiatif melakukan perbaikan sendiri, misalnya memasang seng sebagai plafon maupun dinding. "Ini sebenarnya melanggar biar yang berwenang sajalah yang nanti menindak," terang Abdurrahim.

Abdurrahim berharap Pemkot Surabaya segera melakukan perbaikkan. "Kalau tidak, justru gentengnya lebih dulu ambrol," jelasnya.

Sementara itu Sumardi warga setempat juga membenarkan kalau rusunawa Sombo sudah banyak mengalami kerusakan. "Wajarlah namanya juga bangunan yang umurnya sudah tua," ujarnya.

Sumardi menerangkan kalau Rusunawa Sombo berdiri sejak tahun 1990. "Dulunya ini penukiman kumuh yang kemudian digantikan rusun oleh pemerintah untuk warga," jelasnya.

Menurut Sumardi, awalnya warga tidak dipungut biaya sewa. Tapi sejak 15 tahun lalu seiring dengan terbentuknya UPTD dikenakan sewa. "Besarnya bervariasi, mulai 10 ribu rupiah untuk lantai 3 sampai 40 ribu untuk lantai dasar," ungkapnya.

Uang sewa itu sudah naik 2 kali sejak diberlakukannya tarif sewa.

Rusunawa Sombo memiliki 10 blok yang 8 blok terdiri dari 56 unit tempat tinggal. Sedangkan 2 blok sisanya berdiri 39 unit tempat tinggal. "Seluruh unit penuh," pungkas Sumardi.

Menyikapi keluhan itu, anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni melihat langsung lokasi Rusunawa Sombo. Ketua Fraksi Partai Golkar ini mengaku prihatin dengan kondisi tersebut berbarengan dengan kegiatan bakti sosial Komunitas Sosial Surabaya. "Rusunawa Sombo ini rusun tua di Surabaya dan kondisinya memprihatinkan," ungkapnya.

Menurutnya, Pemkot Surabaya jangan hanya memperindah Rusunawa Urip Sumoharjo karena letaknya dipusat kota sedangkan Rusunawa di pinggir kota tidak diperhatikan. "Seharusnya semua Rusunawa ditata seperti Urip Sumoharjo," tegasnya.

Arif Fathoni yakin kalau Pemkot Surabaya bisa melakukan perbaikan dengan dukungan APBD Surabaya yang mencapai Rp10,3 triliun. "Dalam waktu dekat kita (Komisi A) akan mengundang Dinas Tanah dan Bagunan untuk membicarakan itu," urainya.

Menurut mantan jurnalis itu, kalaupun anggaran untuk perbaikan itu tidak disusun dalam APBD murni 2020, setidaknya bisa dimasukkan dalam pembahasan penyusunan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) di pertengah tahun 2020. (windhi/by)