Tangkal Kejahatan Finansial, Institusi Keuangan Tingkatkan Strategi Data

Jumat, 15 Nov 2019 | 12.00 WIB

Tangkal Kejahatan Finansial, Institusi Keuangan Tingkatkan Strategi Data

ilustrasi (cloudera)



Centroone.com - Dengan korban kejahatan finansial yang mencapai 75%  perusahaan di wilayah Asia Pasifik dalam 12 bulan terakhir. Kondisi itu memunculkan  tekanan terhadap institusi keuangan untuk mengandalkan data, analitik, machine learning dan teknologi AI untuk mengkapitalisasi informasi yang dibutuhkan demi memerangi kejahatan finansial. 

“Kejahatan finansial adalah salah satu tantangan terbesar bagi bank karena ini tidak saja merugikan secara finansial, namun juga berdampak buruk terhadap reputasi dan hubungan dengan nasabah,” ujar Mark Micallef, Vice President of Asia Pacific and Japan, Cloudera. 

Melihat kerumitan dan luasnya data penting finansial dan pelanggan, banyak institusi keuangan memanfaatkan platform cloud-agnostic Cloudera yang dioptimalkan untuk skala dan kompleksitas data yang diinginkan industri.

Saat ini lebih dari setengah dari 30 bank terbesar di Asia Pasifik (tidak termasuk bank milik negara di China) memanfaatkan Cloudera untuk meningkatkan strategi data mereka guna mengakselerasi transformasi digital, meningkatkan pengalaman pelanggan, mematuhi regulasi dan persyaratan. 

“Jaringan kejahatan semakin kreatif dan siap memanfaatkan setiap kesempatan di dalam maupun di luar operasi bisnis. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk mengatasi lanskap data silo dan data yang sangat banyak, institusi layanan keuangan harus mengadopsi pendekatan inovatif untuk memanfaatkan data dan analitik dengan lebih baik dan melindungi dari ancaman yang sudah diketahui maupun yang tidak dikenali, sambil tetap mengikuti perubahan regulasi.” kata Mark lagi. 

Saat ini sendiri delapan dari 10 bank terbesar di Asia Tenggara  termasuk BRI (Indonesia), Yes Bank (India) serta UOB Bank (Asia) turut memanfaatkan teknologi Cloudera.  by