Bahas Anggaran Penanganan Bencana Di Surabaya

Kamis, 31 Okt 2019 | 13.00 WIB

Bahas Anggaran Penanganan Bencana Di Surabaya

Peta patahan aktif di Surabaya. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Terkait keberadaan Kota Surabaya yang terdapat dua patahan, Komisi A DPRD Surabaya menggelar hearing. Pembahasan masalah antisipasi bahaya dua patahan itu, komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan ini mengundang Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB-Linmas) Kota Surabaya.

Pertemuan itu tentunya tak hanya untuk membahas resiko bencananya saja, namun juga terkait anggaran penanganannya. Hadir saat itu Kepala BPB-Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto.

Disampaikan Eddy, memang ada potensi gempa bumi di Surabaya terkait dua patahan yang melintas di Kota Surabaya. Untuk masalah ini, rupanya Pemkot Surabaya sudah menjalin kerjasama dengan pihak ITS untuk melakukan riset. Kerjasama ini diwujudkan dengan kontrak kerja selama tiga tahun.

"Pemkot juga sudah melakukan studi banding perihal bagaimana resiko bencana, diantaranya ke Kota Palu, Lombok dan Jogjakarta," beber Eddy.

Dari study banding itu, pemerintah akan mencari formula yang tepat seperti apa untuk penanganannya. Bahkan beberapa waktu lalu, Pemkot Surabaya juga sudah melakukan simulasi penanganan bencana.

"Seolah-olah di kota ini terjadi bencana. Dari situ kita memberikan edukasi kepada masyarakat terkait apa yang harus dilindungi terlebih dahulu. Kita atur titik kumpulnya dimana? Di RT mana atau di RW mana, semua sudah kita simulasikan," tandas Eddy.

Sementara anggota Komisi A DPRD Surabaya Fatkurrahman menjelaskan, pihaknya mengapresiasi atas langkah yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya. Bahkan menurutnya, simulasi yang dijalankan memang anggarannya ada di kegiatan BPB-Linmas.

"Anggarannya ada di kegiatan pelatihan pencegahan dan pengurangan resiko bencana," kata Fatkurrahman.

Dia juga menambahkan, dalam rangka Mitigasi Bencana, memang perlu adanya penyadaran perihal potensi gempa ini ke masyarakat, apalagi kerjasama dengan ITS itu memang berbasis riset ITS 2017.

"Ada patahan aktif di Surabaya, yaitu patahan di Surabaya dan Waru, itu berada di kampus ITS sendiri dan Jl HR Muhammad serta kawasan lainnya. Apalagi potensi gempanya mencapai 6,5 skala ritcher. Semoga segera ditemukan formula terbaiknya," harap Fatkhurrahman. (windhi/by)