Adopsi Robot Operasional di Indonesia Meningkat

Senin, 21 Okt 2019 | 12.00 WIB

Adopsi Robot Operasional di Indonesia Meningkat

salah satu robot di Universal Robot (UR)


Centroone.com - Adopsi robot mulai menguat di Indonesia. Menurut International Federation of Robotics, Indonesia menempati peringkat ke-26 dunia untuk penggunaan robot operasional. 

Tahun lalu, Indonesia mendaftarkan 8.655 robot, naik 9 persen dari sebelumnya 7.913 unit pada 2017. Industri otomotif menjadi pengguna terbesar di Indonesia, dengan mencatat pembelian robot mencapai 29 persen dari seluruh transaksi pada 2018, diikuti industri elektronik sebesar 12 persen.

“Di Indonesia, UR mempercepat transisi ke produksi yang lebih cerdas dan pertumbuhan berkelanjutan untuk berbagai bisnis. JVC Electronics Indonesia (JEIN) misalnya, telah meningkatkan produktivitas, kualitas hasil dan keselamatan pekerja, dengan penghematan biaya tahunan lebih dari USD 80.000. Hal ini memicu adopsi teknologi cobot yang lebih besar karena perusahaan menyadari potensi besar otomatisasi. Di Indonesia, cobot (collaborative robot) digunakan di industri otomotif, elektronik, tekstil, farmasi, alas kaki, dan pengolahan makanan,” tambah Adams.

Umumnya, Indonesia lebih lambat dalam mengadopsi otomatisasi dan teknologi baru dibandingkan negara-negara tetangga. Menurut A.T. Kearney, Indonesia agak tertinggal ketimbang negara-negara seperti Singapura, Thailand dan Malaysia dalam implementasi Industri 4.0. 

Untuk menjembatani kesenjangan ini, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah meluncurkan roadmap ‘Making Indonesia 4.0’ dalam persiapan menuju Industri 4.0 dan mendorong adopsi otomatisasi. Jika berhasil, tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa mencapai enam hingga tujuh persen dari 2018 hingga 2030.  by