DPC PDI Perjuangan Gelar Selamatan

Minggu, 20 Okt 2019 | 22.03 WIB

DPC PDI Perjuangan Gelar Selamatan

Selamatan yang digelar DPC PDI Perjuangan Surabaya. (Windhi/centroone)


Centroone.com - DPC PDI Perjuangan Surabaya menggelar selamatan dengan tumpengan di kantornya, Jl Setail, Kecamatan Wonokromo, Minggu (20/10/2018). Selamatan tersebut diadakan berbarengan dengan adanya pelantikan Presiden RI Joko Widodo serta Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober.

Selamatan ini dihadiri langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono dan Ketua PCNU Surabaya Muhibbin Zuhri. Selamatan selain diisi dengan acara tumpengan juga diiringi dengan lantunan shalawat serta do'a bersama yang dipimpin Muhibbin Zuhri.

Ditemui di sela acara, Adi Sutarwijono berharap, pada Hari Santri Nasional ini peran santri dalam kehidupan berbangsa serta bernegara bisa semakin berperan. "Dan dalam kancah pergaulan dunia serta konteks Kota Surabaya semakin aktif dalam rangka memajukan," ujarnya.

Selain itu menurut dia terutama dalam kehidupan beragama. Santri diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan Umat Beragama. "Salah satu pilar peran santri adalah menjaga Kebhinekaan," tegasnya.

Awi, sapaan akrab politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, kolaborasi antara kaum santri dengan nasionalis ini sudah terbukti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mulai era sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan dan hingga saat ini.
"Dalam kemenangan Presiden Jokowi serta Kiai Ma'ruf Amin juga sangat penting peran dari santri. Dalam rangka membangun Pemerintahan Indonesia lima tahun ke depan," bebernya.

Pria yang juga menjabat Ketua DPRD Surabaya ini berjanji, ke depan kolaborasi pihaknya dengan kalangan santri akan terus dirajut. "Kami dari DPRD Surabaya sangat terbuka untuk saran dan kritik. Sebelumnya saya juga sudah bertemu dengan GP Ansor Surabaya," tutur mantan wartawan Tempo ini.

Awi menambahkan antara kaum santri dan nasionalis ini juga sudah semakin tidak terlihat perbedaan. Baik santri dan kaum nasionalis memiliki visi dan misi yang sama tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Sekarang ini juga sudah semakin banyak kaum nasionalis yang menjadi pengurus baik di masjid dan mushalla," imbuhnya. (windhi/by)