Kesadaran Kesehatan Mata Masih Butuh Perhatian Khusus

Jumat, 18 Okt 2019 | 18.00 WIB

Kesadaran Kesehatan Mata Masih Butuh Perhatian Khusus

Program Bakti Katarak JEC (JEC Eye Hospitals & Clinics)


Centroone.com - WHO mencatat angka kebutaan di dunia mencapai 36 juta orang pada 2015. Katarak masih menjadi penyebab terbesar kebutaan, diikuti dengan glaukoma, kelainan refraksi dan penyakit mata lainnya.  

”Mata adalah jendela dunia yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Kerusakan penglihatan menyebabkan turunnya produktivitas seseorang, dan bahkan masa depan seseorang. Namun lebih dari 80% kerusakan penglihatan dan kebutaan masih dapat dicegah, termasuk kebutaan akibat katarak yang dapat direhabilitasi melalui tindakan operasi.” kata Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K) Kepala Bedah Refraktif JEC dan Direktur Utama JEC Menteng.

Kondisi kekeruhan pada lensa mata yang dikenal dengan Katarak, masih menempati posisi terbesar penyebab kebutaan terbesar (78%) di Indonesia, berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB), tahun 2014-2016. Sebagian besar kasus katarak terjadi karena proses degeneratif yang sangat dipengaruhi oleh faktor usia, selain itu faktor lainnya yaitu masih rendahnya pemahaman akan pentingnya kesehatan mata dan sulitnya mendapatkan akses layanan kesehatan mata di beberapa wilayah Indonesia.

“Setelah melalui tindakan operasi katarak dan penyembuhan, pasien terbukti mendapatkan kembali ketajaman penglihatannya dan bebas dari ketergantungan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas pribadi, seperti merawat diri atau kegiatan yang memerlukan mobilitas lainnya. Sehingga dapat dikatakan tindakan operasi  katarak meningkatkan produktivitas pasien, bila dibandingkan kondisinya sebelum menjalani operasi,” tambah Dr. Setiyo Budi Riyanto.

Kondisi kesehatan mata di Indonesia yang masih perlu perhatian khusus, menjadi alasan JEC untuk terus melakukan edukasi tentang pentingnya kesehatan mata melalui beragam kegiatan, juga dengan melakukan tindakan nyata seperti Bakti Katarak. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan komitmen JEC mendukung program pemerintah Bebas Buta Katarak 2020.

Selama tiga dekade ini, JEC Eye Hospitals & Clinics sebagai “Leader Eye Care” rumah sakit mata di Indonesia, secara konsisten membantu masyarakat Indonesia dalam mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan mata berkualitas. JEC terus berupaya mengedepankan layanan komprehensif berstandar internasional, dengan mengoptimalkan layanan yang ada melalui adopsi teknologi terkini serta secara berkala meningkatkan kompetisi tim dokter seluruh rumah sakit dan klinik JEC.

“Dalam mengoptimalkan layanan, JEC selalu mengacu pada kebutuhan masyarakat sehingga akan semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati layanan kesehatan mata di JEC. Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang JEC Eye Hospitals & Clinics, yaitu menyediakan layanan kesehatan mata terbaik bertaraf internasional bagi masyarakat Indonesia secara merata, termasuk bagi masyarakat kurang mampu yang memerlukan layanan kesehatan mata,” kata Dr. Johan A. Hutauruk, SpM; Presiden Direktur JEC Eye Hospitals and Clinics. by