Pentingnya Teknologi di Industri Pergudangan Pada Era Ekonomi On-Demand

Sabtu, 12 Okt 2019 | 18.00 WIB

Pentingnya Teknologi di Industri Pergudangan Pada Era Ekonomi On-Demand

Ben Marvin Tan, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pacific (ZebraTechnologies)


Centroone.com - Investasi dan implementasi teknologi baru sangat penting agar tetap kompetitif di era ekonomi on-demand.

Tiga perempat (75 persen) pembuat keputusan yang ikut serta dalam studi Warehousing Asia Pacific Vision Study oleh Zebra Technologies -   setuju bahwa mereka perlu memodernisasi operasi gudang agar tetap kompetitif di era ekonomi on-demand tetapi mengakui bahwa mereka lambat dalam mengimplementasikan perangkat dan teknologi mobile baru.

Studi ini melaporkan strategi pemenuhan permintaan berwawasan ke depan yang tengah menjadi fokus banyak perusahaan untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi on-demand. Solusi otomatisasi dan augmentasi pekerja akan menjadi fokus utama dalam rencana-rencana para pembuat keputusan selama lima tahun ke depan. Lebih dari tiga perempat (81 persen) responden setuju bahwa memperlengkapi para pekerja dengan teknologi adalah cara terbaik untuk memperkenalkan otomatisasi di gudang, tetapi hanya 34 persen yang memiliki pemahaman yang jelas tentang cara memulai otomatisasi. 

“Operasional pergudangan, distribusi, dan pemenuhan permintaan tengah mengalami perombakan modern seiring dengan transformasi kegiatan operasional di sektor-sektor ini guna memenuhi pertumbuhan kebutuhan dari ekonomi on-demand di dunia saat ini. Para pemimpin di industri pergudangan kini melirik teknologi untuk mengatasi tantangan-tantangan bisnis utama yang didorong oleh fenomena global ini, dengan mengadopsi teknologi canggih dan memberdayakan para pekerja mereka dengan kinerja yang unggul,” tutur Aik Jin, Tan, Asia Pacific Vertical Solutions Lead, Manufacturing and Transportation & Logistics, Zebra Technologies. 

Survei yang sama mengungkapkan 73 persen perusahaan saat ini memodernisasi gudang mereka dengan cara memperlengkapi pekerja dengan perangkat mobile.

Di tahun 2024, modernisasi akan didorong oleh solusi komputasi mobile berbasis Android (90 persen), real-time location system (RTLS) (60 persen) dan warehouse management system (WMS) berfitur lengkap (55 persen).

Sementara 66 persen responden mengutip label barcode mobile atau printer thermal sebagai bidang investasi utama yang merupakan bagian dari rencana mereka untuk menambah, memperluas atau meningkatkan perangkat dalam tiga tahun ke depan.

“Konsumen saat ini memiliki kebutuhan yang tampaknya tidak pernah terpuaskan untuk mencari dan membeli barang selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Mentalitas konsumen yang cenderung mengharapkan “saya menginginkannya sekarang” tampak nyata di semua industri dan telah memutarbalikkan rantai pasokan. Hal ini juga mempengaruhi produsen, pebisnis ritel, dan operasional pergudangan yang melayani kebutuhan para konsumen tersebut,” ujar Ben Marvin Tan, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pasifik. 

Studi ini menganalisis para pembuat keputusan di bidang TI dan operasional di industri manufaktur, transportasi dan logistik, ritel, pengiriman paket, dan distribusi grosir terkait strategi mereka saat ini dan yang akan datang dalam memodernisasi gudang, pusat distribusi dan pusat pemenuhan permintaan. by