Otomatisasi Tingkatkan Kinerja, Bukan Gantikan Pekerja

Sabtu, 12 Okt 2019 | 14.00 WIB

Otomatisasi Tingkatkan Kinerja, Bukan Gantikan Pekerja

Vertical Solutions Lead, Zebra Technologies Asia Pacific Aik Jin Tan (AJ), (ZebraTechnologies)


Centroone.com - Otomatisasi semakin jadi bagian penting dalam sebuah pekerjaan. Baik itu lewat kehadiran robot ataupun sistem pintar, otomatisasi diharapkan akan memberikan banyak dampak positif dalam peningkatan kinerja.  Berdasarkan  hasil survei Warehousing Asia Pacific Vision Study oleh Zebra Technologies, di tahun 2024, otomatisasi akan meningkatkan kinerja pekerja, dibandingkan menggantikan pekerja.
 
“Memperluas ruang, menerapkan proses baru dan memperbaiki alur kerja hanyalah sebagian dari transformasi ini. Sebelum tahun 2024, para pemimpin di industri pergudangan akan mengalihkan fokus mereka ke integrasi solusi yang lebih holistik untuk membangun lingkungan berbasis data yang menyeimbangkan tenaga kerja dan otomatisasi di gudang.  Hal ini pada akhirnya akan memberdayakan para pekerja di lini depan dengan kinerja yang unggul untuk memimpin proses transformasi tersebut.” ungkap Aik Jin, Tan, Asia Pacific Vertical Solutions Lead, Manufacturing and Transportation & Logistics, Zebra Technologies. 

Studi ini menganalisis para pembuat keputusan di bidang TI dan operasional di industri manufaktur, transportasi dan logistik, ritel, pengiriman paket, dan distribusi grosir terkait strategi mereka saat ini dan yang akan datang dalam memodernisasi gudang, pusat distribusi dan pusat pemenuhan permintaan.
 
Menurut studi tersebut - 57 persen pembuat keputusan berencana untuk mengaktifkan otomatisasi parsial atau augmentasi tenaga kerja dengan teknologi di gudang, sedangkan 70 persen responden meyakini bahwa interaksi manusia adalah bagian dari keseimbangan optimal mereka dalam pergudangan, dengan 43 persen menyebut otomatisasi parsial (beberapa aspek keterlibatan manusia) dan 27 persen menyebut augmentasi (memperlengkapi pekerja dengan perangkat) sebagai preferensi mereka. 

Para pembuat keputusan juga  mengantisipasi untuk menggunakan robot untuk manajemen barang masuk ke inventori (27 persen), pengepakan (24 persen) dan barang masuk/penerimaan (21 persen) di tahun 2024.

Warehousing Vision Study 2024 mencakup 1.403 (352 di antaranya berasal dari Asia Pasifik) responden pada pengambil keputusan di bidang TI dan operasional di industri manufaktur, transportasi & logistik, ritel, pengiriman barang, serta distribusi grosir di Amerika Utara, Amerika Latin, Asia Pasifik, dan Eropa yang diwawancarai oleh Qualtrics.

“Lebih lanjut  studi kami lebih mengungkapkan bahwa 49 persen dari pembuat keputusan yang disurvei melaporkan bahwa peningkatan permintaan konsumen menjadi pendorong utama pertumbuhan,  dengan hampir 40 persen dari responden survei menyatakan bahwa waktu tunggu pemesanan yang lebih pendek mendorong rencana ekspansi mereka dan membuat mereka berfikir ulang tentang strategi mereka.” tambah Ben Marvin Tan, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pasifik.  by