Lagi, Tambah Mitra Joint-Degree Dengan Universitas Luar Negeri

Kamis, 31 Jan 2019 | 17.00 WIB

Lagi, Tambah Mitra Joint-Degree Dengan Universitas Luar Negeri

Usai penandatanganan kerjasama antara ITS dan MNU. (WIndhi/Centroone)


Centroone.com - ITS terus menancapkan benderanya sebagai World Class University. Hal itu diperkuat dengan kerjasama internasional ke berbagai perguruan tinggi mancanegara. Salah satunya, kerjasama program joint-degree dengan Mokpo National University, Korea Selatan yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), di Rektorat ITS.

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD dan President Mokpo National University (MNU) Prof Park Min Seo. Kerjasama program joint-degree untuk jenjang S1 (sarjana) ini tepatnya dengan Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS. 

Joni menyampaikan, kerja sama dengan MNU ini adalah langkah yang sangat baik bagi ITS. Apalagi ITS saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan riset teknologi, terutama di bidang kemaritiman. “ITS saat ini memiliki riset yang sangat banyak, khususnya bidang kemaritiman,” ujar Joni.

Sementara Park Min Soe mengatakan, Korea dan Indonesia sebenarnya memiliki persamaan, yakni memiliki laut yang luas. Oleh sebab itu penting untuk memperkuat bidang maritimnya. “Saya berharap ke depannya bidang maritim dapat membantu memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian,” ujar Park Min Seo.

Salah satu delegasi MNU, Lee Chang Dai mengatakan, kerjasama dengan ITS ini antara Departemen Teknik Perkapalan ITS dengan Departemen Naval Architecture and Ocean Engineering MNU. Nantinya, sekitar 80 mahasiswa akan dikirim setiap tahunnya ke MNU. “Dengan rincian sekitar 30 mahasiswa pada tahun pertama dan sisanya setelah tahun kedua,” jelas Director Institute of International Exchange & Education MNU ini.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV ITS Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc menyampaikan, program joint degree ini nantinya berupa perkuliahan tiga tahun di ITS dan satu tahun di MNU, Korea. “Mahasiswa akan mengambil sekitar 81 SKS (satuan kredit semester, red) di ITS dan 63 SKS di Mokpo National University,” jelas guru besar Teknik Sistem Perkapalan ini.

Ketut melanjutkan, mahasiswa yang mengikuti program ini akan siap dengan tantangan industri 4.0. Mereka akan belajar mengenai produksi dan otomasi kapal. Ilmunya sangat diperlukan untuk memajukan industri perkapalan di Indonesia. “Selain itu mereka juga akan mendapatkan, pengalaman magang di sana. Semoga mereka mampu menjawab tantangan dunia,” pungkasnya. (windhi/by)