Tak Terima Istrinya Dilarikan Wakil Rakyat

Kamis, 31 Jan 2019 | 14.32 WIB

Tak Terima Istrinya Dilarikan Wakil Rakyat

Hendrik menunjukan bukti di medsos. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Hendrik Purnomo yang mengaku istrinya, Rahayu alias Ayu dilarikan temannya sendiri, sangat kecewa dengan salah satu anggota DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar, Agoeng Prasodjo. Pasalnya, dirinya telah lama berteman dan sering membantu kegiatan Agoeng, namun dugaan perselingkungan itu justru dibantah padahal sudah banyak bukti kuatnya.

Menurut Hendrik, Agoeng itu layaknya 'pagar makan tanaman'. Akibat ulah itu, Hendrik mengaku rumah tangganya justru jadi berantakan. Hendrik juga mengakui, saat ini istrinya minggat dari rumah. Dia juga mendapat kabar jika Ayu kemudian di kost-kan di wilayah Menanggal dan dipekerjakan di Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Terkait pertemanannya, Hendrik mengaku banyak hal dikerjakan untuk membantu Agoeng, termasuk urusan partai dan organisasi sayap partai itu. Pertemanan itu berlanjut hingga mereka seperti saudara. Bahkan, Hendrik pun kemudian meluluskan permintaan Agoeng yang pada suatu kesempatan meminta agar Ayu berperan aktif mengurusi organisasi sayap partai itu juga. “Atas ajakannya, Ayu kemudian nyemplung di partai dan ikut organisasi sayapnya,” terang Hendrik yang bekerja di perusahaan besar perkayuan itu.

Bersama empat anaknya, juga Elis adik kandungnya, Hendrik dengan gamblang membuka sepak terjang Agoeng yang dinilai sangat keterlaluan. Hendrik menuding Agoeng tidak punya perasaan dan mengabaikan harga diri sebagai wakil rakyat. Betapa tidak, Agoeng, pria beristri dan memiliki anak yang tinggal di perumahan di Sidoarjo dengan seenaknya mengajak Ayu ke berbagai tempat ke luar kota, termasuk Jakarta, Bali dan lainnya. 

“Alasan untuk keperluan Kunker, awalnya istri saya selalu menutup-nutupi. Katanya dia bersama rekannya yang perempuan. Tapi, saya membuktikan sendiri, mereka menginap di sebuah hotel saat Kunker ke Jakarta,” ungkap Hendrik.

Selain bukti menginap di hotel di Jakarta, Hendrik juga menyimpan bukti-bukti percakapan di Whatsapp (WA) antara Agoeng dan Ayu. Bahkan, anak perempuan pertamanya juga ikut cerita kalau kedekatan Ayu dan Agoeng bukan hanya sekedar sebagai teman di partai. Pelajar sebuah SMU swasta terkenal itu mengatakan, dalam sebuah kesempatan saat berkomunikasi dengan ibunya, terlihat Agoeng di tempat itu. “Sepertinya di Mall, saat itu saya komunikasi dengan video call, di dekat mama terlihat lelaki itu (Agoeng, red),” terang salah satu anak Hendrik, meyakinkan.

Sementara, terkait Hendrik yang telah dilaporkan Agoeng ke polisi atas tudingan melakukan pemukulan, Hendrik menegaskan, kalau itu keterangan palsu yang sengaja dibesar-besarkan dan untuk mengalihkan persoalan selingkuh yang dilakukannya. “Keterangan palsu itu, saya akan tuntut balik. Saya hanya mendorong tidak terlalu keras, kemudian dia sengaja menjatuhkan diri dan badannya menimpa rak saat di lorong gedung DPRD Kota Surabaya,” tambah Hendrik.

Menurutnya, itu terjadi lantaran Agoeng tak pernah menggubris dan selalu menghindar untuk ditemui. Komunikasi melalui handphone dan WA selalu diabaikan. “Saat itu kan saya mau ke ruangan Pak Armuji. Dia saya WA, saya kasih tahu kalau saya menemui Pak Armuji. Mungkin dia mengira saya sudah berada di dalam ruangan Pak Armuji, padahal saya masih di lorong menunggu diizinkan Pak Armuji untuk masuk. Nah, tiba-tiba Agoeng melintas, berjalan tergesah-gesah pastinya akan keluar dan meninggalkan gedung dewan. Kemudian saya teriaki, saya kejar dan saya dorong, karena selain sudah jengkel dan dia berusaha menghindar dan ingin lari,” beber Hendrik.

Untuk itu, Hendrik mengambil langkah sama, menyusun kekuatan dengan menyiapkan pengacara dan sejumlah kekuatan hukum lainnya. Termasuk melaporkan Agoeng ke DPP Partai Golkar. “Kita laporkan ke pusat, bantuan hukum juga kita susun. Intinya, dia ingin mengalihkan perhatian soal perselingkuhan dengan laporan pemukulan, fitnah itu,” tegas Hendrik. (windhi/by)