Bahas Pengembangan Dan Masa Depan Pemanfaatan Stem Cell

Sabtu, 26 Jan 2019 | 21.00 WIB

Bahas Pengembangan Dan Masa Depan Pemanfaatan Stem Cell

Sejumlah pembicara di International Conference and Workshop on Stem Cell and Tissue Engineering Regenerative Medicine From Basic Science to Clinical Application (Centroone)


Centroone.com - Pengembangan dan kehadiran pengobatan dengan memanfaatkan stem cell atau sel punca memberikan harapan baru di dunia medis.

Mendorong masyarakat serta calon-calon tenaga medis untuk lebih memahami stem cell, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) , bersama IDI (Ikatan Dokter Indonesia) serta RS Dr Soetomo menggelar diskusi dan workshop bertajuk “International Conference and Workshop on Stem Cell and Tissue Engineering Regenerative Medicine From Basic Science to Clinical Application,”(ICW 2019).  

"Topik besar nya adalah regenerative medicine. Regenerative medicine adalah suatu ilmu yang berusaha untuk menyelesaikan masalah tentang pergantian sel. Tapi ada beberapa kasus, sel-sel tertentu rusak tidak bisa diganti baru. Seperti Pada kasus kerusakan sel saraf, sel tersebut tidak bisa beregenerasi. Dengan teknologi yang baru, sel yang tidak bisa beregenerasi tadi bisa tumbuh kembali. Tantangan dan kendala pengembangan stem cell di indonesia adalah regulasi dan standarisasi. Di indonesia sendiri, tidak boleh menggunakan embrional stem sel. Tapi kita boleh menggunakan adult stem cell. Tantangan selanjutnya ide-ide bagi para klinisi bagaimana para klinisi bisa menyembuhkan penyakit degeneratif. Misalnya parkinson.” Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.THTKL (K), FICS, ketua pelaksana ICW 2019, sekaligus penilit stem cel Universitas Airlangga-Dr Soetomo.

Salah satu fokus pengembangan stem cell belakangan adalah sistem Autologous (dari orang yang sama), tanpa donor.  Pada orang yang masih muda lebih mudah, seperti dengan sel lemak. Sementara orang yang sudah tua, stem cell karena sedikit bisa diambilkan dari anak.  Resiko penolakan jika dari sel diri sendiri, juga lebih kecil.  

"Seperti pada orang yang akan operasi tertentu. Misalkan operasi sudah jelas3 bulan, lagi darah bisa diambil, saat operasi membutuhkan darah bisa diambilkan darahnya sendiri. Seperti di Singapore, setiap bayi yang lahir memiliki banyak stem cell, maka sel-sel nya disimpan, jadi saat anak itu sakit bisa diambilkan dari stem cell sendiri. " tambah Dr. Achmad. 

ICW 2019 digelar selama 2 hari, yakni Sabtu-Minggu (26-27 Januari 2019),di Hotel Wydham, Surabaya dengan sejumlah pembicara atau nara sumber dari dalam dan luar negeri, yang fokus pada pengembangan stem cell.  Di Surabaya sendiri, salah satu pusat pengembangan stem cell berada di Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga. Bersama Dr Soetomo, ITD Unair telah mengembangkan sejumlah manfaat stem cell seperti krim rejuvenile serta tissue bank. 

" Dr Soetomo bersama Unair, mengembangkan tissue bank, terapi regeneratif. Misalnya pada pasien diabetes, pada organ pankreas diberi stem cell diharapkan pankreas bisa membaik.  " tukas Dr.Achmad lagi.  ICW 2019  diikuti masyarakat umum, tenaga medis - spesialis, serta sejumlah mahasiswa FK Unair.  by