Ini Langkah Strategis Rektor Baru ITS

Sabtu, 12 Jan 2019 | 22.05 WIB

Ini Langkah Strategis Rektor Baru ITS

Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng melalui rapat pleno Majelis Wali Amanat (WMA) ITS telah terpilih menjadi rektor baru periode 2019-2024 pada Jumat (11/1/2019). Tentunya sebagai rektor baru, dia memiliki langkah strategis ke depan yang akan dijalaninya bersama ITS. Apa saja langkah strategis itu?

Sebelumnya, profesor yang akrab disapa Ashari ini mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh sivitas akademika ITS dan panitia pemilihan Rektor ITS periode 2019-2024 atas kerja keras dan amanah yang telah diberikan kepadanya. Menurutnya, pada 2025 ITS ditargetkan menjadi World Class Research and Innovative University. Ini sudah ditargetkan MWA, sementara rektor berkewajiban untuk mencari cara agar itu tercapai.

Prof Ashari yang juga dosen Teknik Elektro tentu memfokuskan untuk mencapai target ITS menjadi research and innovative university. “Lulusan ITS tak saja kita targetkan mengisi sumber daya di Indonesia, termasukdi industri, pimpinan di lembaga, di kementerian dan seterusnya. Kita targetkan juga agar mahasiswa dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang berguna bagi bangsa Indonesia,” tegas Ashari. 
Selain itu, ITS akan membangun Science Techno Park (STP) sesuai yang ditargetkan oleh Kemenristekdikti dan nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. 

Targetnya adalah 100 STP, dan saat ini ITS sudah berjalan membangun STP tersebut dan akan lebih diintensifkan di lima tahun ke depan. 

Untuk mendorong mahasiswa agar dapat menghasilkan inovasi tersebut, pria asal Sidoarjo ini mengatakan, kurikulum nantinya juga akan disesuaikan. Terlebih saat ini semua universitas di Indonesia sedang menghadapi para mahasiswa generasi milenial, dan tantangan baru di era revolusi Industri 4.0. Di mana kebutuhan sumber daya manusia di bidang industri saat ini lebih mencari dan mengutamakan orang-orang yang inovatif, dan ITS ingin mendorong mahasiswanya ke arah tersebut.

Sorotan lainnya adalah fasilitas yang ada di ITS akan terus ditingkatkan, kemudian SDM termasuk dosen dan karyawan atau tenaga kependidikan (tendik) juga akan ditingkatkan. Jadi fokusnya ada tiga di bidang pengembangan pendidikan di ITS, yakni ada SDM baik mahasiswa, dosen dan karyawan, kemudian kurikulum yang sesuai dan fasilitas yang baik.

“Itu yang kita (ITS, red) sesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini,” kata pria yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Masyarakat Telekomunikasi tersebut.

Mantan Rektor Universitas Telkom tersebut juga mengatakan, akan menerapkan pengalamannya dalam mengelola Universitas Telkom selama lima tahun, untuk mengelola ITS yang saat ini statusnya PTN-BH yang diberi otonomi di beberapa bidang. Di antaranya di bidang keuangan, akademik dan pengelolaan SDM, yang mana keleluasaannya atas otonomi tersebut hampir sama dengan otonomi yang ada di kampus swasta saat dia menjabat sebelumnya.

Selanjutnya, Prof Ashari juga ingin, ke depan ITS ikut terjun dalam bidang pertambangan di Indonesia, yang menurutnya selama ini belum mendapat perhatian lebih. “Kita (ITS, red) punya SDM yang kompeten di bidang pertambangan tersebut, ada jurusan teknik geofisika dan teknik geomatika yang dapat memberikan sumbangsih teknologi dan inovasi di bidang ini,” ujar doktor lulusan Curtin University Australia tersebut.

Mengenai langkah nyata yang akan dia utamakan terlebih dahulu ketika sudah resmi menjabat sebagai Rektor ITS adalah memperbarui laboratorium-laboratorium yang ada di ITS, di mana sebagian besar laboratoriumnya dibangun sejak tahun 1980-an. Karena itu, dia ingin merombak dan lebih memaksimalkannya. “Tapi dengan dana sendiri susah, maka kita coba untuk berkoordinasi dengan Bappenas untuk upgrading, karena laboratorium-laboratorium ini adalah ujung tombak ITS dalam hal riset maka harus kita maksimalkan dan juga sebagai langkah awal,” tukas ayah dua anak ini.

Ke depan, menurut peraih anugerah Rektor Inspiratif versi majalah Man Obsession tahun 2017, dirinya juga akan merencanakan untuk bertemu dengan Prof Joni Hermana sebagai rektor pendahulu untuk mengkoordinasikan program-program apa yang akan dijalankan dan diteruskan. Rencananya, Ashari akan resmi menggantikan Prof Joni Hermana sebagai Rektor ITS pada prosesi pelantikan oleh ketua MWA yang dijadwalkan pada 13 April 2019. (windhi/by)