Prof Mochamad Ashari Terpilih Sebagai Rektor Baru ITS

Sabtu, 12 Jan 2019 | 06.00 WIB

Prof Mochamad Ashari Terpilih Sebagai Rektor Baru ITS

Prof Mochamad Ashari (tiga dari kanan) usai jumpa pers. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Proses panjang pemilihan Rektor ITS Surabaya yang dimulai sejak 1 Oktober 2018, kini telah berakhir. Dari rapat plenonya di Gedung Rektorat ITS, Jumat (11/1/2019), Majelis Wali Amanat (MWA) ITS telah menyekapati dan mengumumkan bahwa rektor ITS periode 2019-2024 adalah Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng.

Disampaikan Ketua MWA ITS Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA, proses pemilihan rektor ITS kali ini dari tiga calon rektor menjadi satu yang terpilih berjalan sangat lancar. Dalam rapat pleno MWA ITS tersebut dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo SH MHum sebagai anggota perwakilan pemerintah daerah dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang diwakili oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Dr Muhammad Dimyati MSc sebagai wakil dari pemerintah pusat.

Profesor yang kerap disapa Nuh ini mengatakan, ada yang berbeda dari penentuan rektor terpilih tahun 2019 kali ini. Proses tidak dilakukan lagi dengan cara voting seperti pemilihan rektor terdahulu, melainkan ditentukan melalui musyawarah untuk mufakat. “Musyawarah mufakat adalah salah satu landasan negara yang tercantum dalam sila keempat Pancasila dan sudah dirumuskan oleh founding fathers kita (Indonesia, red),” tutur dosen Teknik Biomedik ini dalam jumpa pers usai rapat pleno.

Dia melanjutkan, oleh karena itu ITS ingin membuktikan bahwa ITS bisa menerapkan hal itu, dan hasilnya sangat memuaskan, serta pemilihan rektor kali ini berlangsung sangat damai. Dia juga mengatakan, proses musyawarah untuk mufakat harus dikedepankan, barulah jika menjumpai deadlock atau ketidaksepakatan maka akan dilakukan pemungutan suara atau voting. 

Ditanya alasan memilih Prof Mochamad Ashari sebagai Rektor ITS periode 2019-2024, menurutNuh, salah satunya adalah MWA ingin menghormati dan mewadahi aspirasi publik dalam artian segenap sivitas akademika ITS. Di mana dari proses penjaringan awal hingga tahap seleksi dari lima bakal calon rektor menjadi tiga calon rektor, Prof Mochamad Ashari selalu menempati posisi pertama. 

“Tiga-tiganya semua putra terbaik ITS, namun ini sudah menjadi hasil dari musyawarah mufakat dan Pak Menteri (Menristekdikti, red) melalui perwakilannya yang juga sudah setuju dengan adanya proses musyawarah mufakat ini,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tersebut.

Sementara Prof Mochamad Ashari sebagai Rektor baru ITS yang terpilih mengungkapkan, rasa terima kasihnya kepada seluruh sivitas akademika ITS dan panitia pemilihan Rektor ITS periode 2019-2024 atas kerja keras dan amanah yang telah diberikan kepadanya. Pria yang akrab disapa Ashari ini mengatakan, sistem di ITS setelah tiga tahun menjadi perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH) sudah menyusun langkah strategis ITS selama lima tahun hingga 10 tahun ke depan dalam Rencana Induk Pengembangan (Renip) oleh MWA.

Rencananya, Ashari akan resmi menggantikan Prof Joni Hermana sebagai Rektor ITS pada prosesi pelantikan oleh ketua MWA yang dijadwalkan pada 13 April 2019. (windhi/by)