Peduli dan Sadar Kesehatan, Omron Dorong Penderita Hipertensi Rajin "Ceramah"

Senin, 23 Sep 2019 | 14.00 WIB

Peduli dan Sadar Kesehatan, Omron Dorong Penderita Hipertensi Rajin

Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, Anggota Dewan Pembina dan Badan Pengawas InaSH; dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH; Ketua Umum InaSH; Yoshiaki Nishiyabu, Managing Director, PT. OMRON Healthcare Indonesia; Hendriko Norman, Marketing Manager, PT OMRON Healthcare Indonesia (centroone)


Centroone.com - Serangan jantung serta stroke pada penderita hipertentensi - yang tidak bisa diprediksi, biasanya kerap terjadi di rumah dan bukan di rumah sakit atau klinik. Dengan Hipertensi merupakan penyebab kematian kelima terbesar di Indonesia, penderita hipertensi melakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah secara teratur. 

Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) mengungkapkan di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI (2018), prevalensi hipertensi adalah sebesar 34,1% dari populasi usia dewasa dan menjadi penyebab utama gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah. Karena itu perlu upaya Gerakan Peduli Hipertensi (GPH) sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) sebagai upaya pencegahan. 

“ Diagnosis hipertensi tidak lagi hanya didasarkan atas pengukuran tekanan darah di rumah sakit atau klinik praktik dokter, yang disebut dengan “Office Blood Pressure”, tapi dianjurkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah di rumah atau disebut “Out of Office Blood Pressure” dimana Ceramah (Cek Tekanan Darah di Rumah) termasuk dalam kategori ini. Kepatuhan makan obat dan perhatian atas kesehatan diri sendiri juga diharapkan akan meningkat dengan cara ini. Sehingga pencapaian target tekanan darah juga akan lebih mudah tercapai. Dampaknya, kerusakan organ vital seperti jantung, syaraf, ginjal, dan pembuluh darah, dapat dihindari. " tukas dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, Ketua Umum InaSH. 

Yoshiaki Nishiyabu, Managing Director, PT. OMRON Healthcare Indonesia menuturkan dengan cepatnya hipertensi meluas di kalangan masyarakat Indonesia, deteksi awal dan pemantauan secara berkelanjutan sangatlah penting. Jika tidak dirawat dan dipantau dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang mengancam nyawa. 

" Masyarakat dari semua kelompok umur perlu disadarkan atas bahaya hipertensi dan cara pencegahannya, termasuk pemeriksaan tekanan darah sendiri di rumah.  Omron Healthcare Indonesia akan terus bekerjasama dengan berbagai organisasi kesehatan dengan menawarkan peralatan kesehatan yang andal dan mudah digunakan untuk membantu pengguna memantau tekanan darah mereka pada batasan yang sehat dan normal. 
Data yang dipantau berperan sangat penting untuk memberi informasi ke dokter, yang kemudian dapat memanfaatkannya untuk memberikan pengobatan secara efektif. " ujar Yoshiaki Nishiyabu. 

Survei InaSH sendiri menunjukkan, sebagian besar pasien tidak melakukan cek tekanan darah secara teratur dan mandiri di rumahnya. Padahal studi menunjukkan, Ceramah memiliki nilai prognostik yang lebih baik dibandingkan hanya pemeriksaan tekanan darah di rumah sakit. 

" Ceramah juga meningkatkan kepatuhan pasien dan mendeteksi keberadaan masked hypertension (hipertensi terselubung) dan whitecoat hypertension (hipertensi jas putih).” Kampanye Ceramah diluncurkan pada 2018 sebagai upaya untuk menurunkan prevelansi hipertensi yang saat ini masih tinggi di Indonesia (1 dari 3 orang Indonesia terkena hipertensi)." tambah Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, Anggota Dewan Pembina InaSH. 
 
Nishiyabu menambahkan, Omron akan terus berkomitmen membantu mewujudkan masyarakat sehat dengan nol kasus serangan jantung, stroke, dan lainnya.  Di Indonesia, OMRON mendukung InaSH dalam menyebarkan pesan-pesan mengenai bahaya hipertensi dan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala di rumah. 

Pemeriksaan tekanan darah secara teratur di rumah terbukti sukses memantau hipertensi, efek pengobatan, mendeteksi hipertensi yang belum terlihat, gejala yang sulit dikenali serta tetap membuat dokter bisa mengawasi hasil pantauan. Omron berharap, inisiatif ‘Zero Event’ bisa membantu menekan jumlah penderita tekanan darah tinggi dengan menyediakan teknologi canggih dan produknya.

“Ini sejalan dengan komitmen OMRON untuk membangun masyarakat dengan kehidupan yang sehat dan nyaman dengan mempromosikan pencegahan penyakit yang berawal dari gaya hidup tidak sehat. Komitmen utama kami adalah membantu masyarakat menjalani hidup sehat dengan menyediakan teknologi yang canggih, bermanfaat dan terjangkau,” tambah Nishiyabu.

Kelebihan Ceramah antara lain adalah Menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah secara periodik pada hari, pekan, dan bulan yang berbeda, Pengukuran dilakukan di lingkungan yang familiar dan nyaman, dibandingkan di klinik atau fasilitas kesehatan yang bisa mengintimidasi sehingga bisa mencegah munculnya hipertensi terselubung dan hipertensi jas putih, 

Ceramah lebih nyaman bagi pasien yang butuh memantau dan mencatat pengukuran, serta menunjukkan peningkatan kepatuhan pasien terhadap terapi dan tingkat pengendalian hipertensi. Selain itu, dibandingkan pengukuran ambulatory blood pressure yang hanya bertahan 24 jam, Ceramah bisa mengukur dan mendeteksi tren tekanan darah dari hari ke hari, Ceramah juga menunjukkan penilaian dan pengawasan variabilitas tekanan darah (VTD) yang bisa memprediksikan insiden stroke lebih baik, dibandingkan penilaian risiko kardiovaskular secara konvensional dan pengukuran tekanan darah di klinik.

Risiko tinggi terhadap kejadian kardiovaskular meningkat ketika rata-rata pengukuran tekanan darah di rumah pada pagi dan malam hari menunjukkan tekanan darah sistolik di atas 145 mmHg dan jika tekanan darah sistolik di klinik di atas 150 mmHg. Pasien dengan tekanan darah sistolik yang tinggi di pagi hari memiliki risiko kejadian kardiovaskular yang tinggi meskipun tekanan darah sistolik di klinik normal. Studi lainnya menyatakan, tekanan darah sistolik di atas 155 mmHg seringkali berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit koroner arteri hingga enam kali lipat.

Ceramah juga bisa digunakan sebagai metode untuk mengedukasi pasien hipertensi untuk meningkatkan pengertian terhadap penyakit mereka dan hal-hal yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Ini menjadikan Ceramah sebagai metode yang lebih baik untuk terapi jangka panjang berkelanjutan dan kerap dilakukan bersamaan dengan pengukuran ambulatory blood pressure sebagai metode pengawasan tekanan darah. by