Pasikian Pacalang Bali Dukung Penggunaan Produk Tembakau Alternatif

Senin, 08 Jul 2019 | 21.00 WIB

Pasikian Pacalang Bali Dukung Penggunaan Produk Tembakau Alternatif

I Made Mudra, Ketua Umum Pasikian Pacalang Bali. (WIndhi/Centroone)



Centroone.com - Rembug Pasikian Pacalang Bali se-Kabupaten Badung, mengkaji pengurangan asap rokok dan Tar guna mendukung pariwisata ramah lingkungan di Bali. Langkah pengurangan asap rokok dan Tar diharapkan meningkatkan kenyamanan para wisatawan, diantaranya dengan meningkatkan penggunaan produk tembakau alternatif.

Ketua Umum Pasikian Pacalang Bali I Made Mudra menyatakan, mendukung konsep pengurangan risiko produk tembakau melalui produk tembakau alternatif dalam rangka mewujudkan sustainable tourisme di Bali, khususnya di Kabupaten Badung.

"Konsep pengurangan asap rokok dan Tar dapat dikatakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sustainable tourism di Bali. Dan tentu saja akan mengurangi risiko bahaya produk tembakau konvensional," ujar I Made Mudra di sela-sela acara Rembug Pasikian Pecalang Bali se-Kabupaten Badung, Sabtu (6/7/2019).

Dalam acara Rembug Pasikian Pacalang Bali se-Kabupaten Badung tersebut, selain membahas perkembangan terkini terkait situasi dan kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Badung, juga mengkaji dan memberikan edukasi kepada para Pacalang tentang Konsep pengurangan resiko produk tembakau melalui produk tembakau alternatif lainnya.

Kehadiran produk tembakau alternatif yang lebih ramah lingkungan dan lebih rendah risiko menjadi solusi dan terobosan terbaru yang patut diperhatikan dalam meningkatkan kualitas udara. Terlebih kebijakan pengurangan akan bahaya tembakau melalui produk alternatif di wilayah Bali secara tidak langsung akan menciptakan kenyamanan para wisatawan.

Sebelumnya, Pemerintah Badung bersama para pemangku kepentingan bersinergi untuk menjaga Bali agar tetap menjadi destinasi pariwisata, baik wisata alam maupun budaya. Hal tersebut ditandai dengan pembatasan menggunakan kantong plastik sejak awal tahun ini sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan termasuk kualitas udara.

“Kabupaten Badung sebagai salah satu pusat pariwisata memiliki tantangan dan dinamika tersendiri, khususnya mengenai hal ketertiban, keamanan serta kebersihan bahkan kesehatan," imbuh Mudra.

Dalam kesempatan ini pula, Ariyo Bimmo, perwakilan Koalisi Indonesia Bebas Tar (KABAR) memaparkan kepada para pecalang, bahwa pariwisata yang berkelanjutan terus membutuhkan berkembangnya ekonomi masyarakat, terjaganya lingkungan hidup dan meningkatnya kesehatan masyarakat. Menurut dia, tembakau alternatif merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak dan risiko akibat rokok konvensional. Upaya pemerintah mengendalikan prevalensi merokok perlu diimbangi dengan penyediaan alternatif berikut regulasinya.

“Saya berharap setelah pertemuan ini para pecalang memiliki pengetahuan dasar tentang perbedaan antara tembakau alternatif dan rokok konvensional. Sedangkan kepada pemerintah setempat, kami berharap ketika menetapkan kawasan bebas asap rokok dibedakan dengan kawasan untuk menggunakan tembakau alternatif (rokok elektrik/vape, red),” tegas Ariyo. (windhi/by)