Dewan Perjuangkan Kompensasi Trans Icon Untuk Warga Gayungan

Senin, 08 Jul 2019 | 20.00 WIB

Dewan Perjuangkan Kompensasi Trans Icon Untuk Warga Gayungan

Hearing Komisi C yang membahas masalah pembangunan Trans Icon. (Windhi/Centroone)



Centroone.com- Solusi pembangunan Trans Icon untuk warga sekitar dibahas Komisi C DPRD Kota Surabaya. Ini merupakan hearing kali kedua dengan mempertemukan manajemen Trans Mart, terkait progres proyek Trans Icon di Jl A Yani dengan sejumlah warga terdampak. Pertemuan itu untuk memediasi, mencari solusi dampak proyek tersebut.

Disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya Camelia Habiba saat memimpin rapat, hearing kali ini untuk melihat resume yang diberikan Komisi C kepada Trans Mart pada hearing Maret lalu. "Sejauh mana kewajiban-kewajiban pemilik proyek Trans Icon, hasilnya mulai terlihat diantaranya soal perizinannya. Tapi dari sisi warga belum ada titik temu karena masih banyak tuntutan warga ke pihak Trans Mart. Untuk itu hari ini kita panggil lagi hearing di dewan." ujar Habiba, Senin (8/7/2019).

Dia menjelaskan, soal kompensasi warga sebenarnya sudah diberikan pihak Trans Mart, hanya saja warga yang berada di ring satu yaitu warga RT 02/RW 01 Kelurahan Gayungan, tidak mau jika kompensasi diberikan hanya Rp4 juta per KK. Camelia Habiba nenambahkan, agar masalah ini cepat clear, pada Jumat, 12 Juli 2019, Komisi C akan sidak ke lokasi proyek Trans Icon.

Sementara Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Buchori Imron mengatakan, pasca hearing pada Maret, proyek Trans Icon dihentikan sementara sampai Juli ini. Itu lantaran, masih ada persoalan dengan warga terdampak proyek, padahal pihak Trans Mart sudah memenuhi kewajibannya dalam membangun proyek Trans Icon.

"Tiga bulan proyek Trans Icon terhenti ini sangat merugikan Trans Icon, oleh karena itu kita akan lihat ke lokasi proyek," terang Buchori Imron.

Usai hearing, VP Coorporate Communication Trans Mart Satria Hamid mengatakan, kami sudah mematuhi semua aturan sebelum proyek Trans Icon dimulai. "Soal perizinan, kompensasi untuk warga seperti debu, kerusakan, dana pembangunan sosial seperti masjid dan fasum semua terpenuhi," kata Satria Hamid.

Dia menambahkan, kompensasi sudah diberikan sebesar Rp4 juta per KK mulai tempat tinggal warga radius 100 sampai 200 meter dari lokasi proyek Trans Icon. Namun, ada warga di RT 02/RW 01 Kelurahan Gayungan tidak mau menerima kompensasi dengan alasan terlalu minim. "Kita koorporatif untuk menyelesaikan masalah ini, karena kita pengembang juga dirugikan akibat tiga bulan proyek terhenti karena masih ada protes warga," tambah Satria Hamid.

Ditempat yang sama, Ahmad Sadeli Tomo Ketua RT 02/ RW 01 Kelurahan Gayungan mengatakan, warga RT 02 hanya mencari keadilan, untuk itu dia berharap dewan membantu warga RT 02 agar secepatnya mendapat kompensasi.

Ahmad Sadeli menambahkan, tidak adanya keadilan misalnya terkait mengapa warga Menanggal yang jaraknya jauh dari proyek Trans Icon sudah clear diberikan kompensasi. Sementara warga Gayungan sampai saat ini belum dapat kompensasi. "Kita akui memang kompensasi yang kita minta berbeda dengan warga Menanggal, tapi karena warga RT 02 RW 01 Kelurahan Gayungan radiusnya cukup dekat dengan proyek Trans Icon," ungkapnya. (windhi/adv)