Keputusan Megawati Tunjuk Ketua DPC Dipuji Pengamat Unair

Minggu, 07 Jul 2019 | 22.56 WIB

Keputusan Megawati Tunjuk Ketua DPC Dipuji Pengamat Unair

Adi Sutarwijono (windhi/centroone)


Centroone.com - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo memuji keputusan DPP PDI Perjuangan yang menunjuk Adi Sutarwijono untuk memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Regenerasi ini untuk meneruskan kiprah Whisnu Sakti Buana yang telah memimpin PDI Perjuangan Surabaya selama 10 tahun sejak 2010.

Suko mengatakan, era saat ini dipenuhi banyak perubahan yang harus diantisipasi oleh partai politik jika ingin tetap eksis mendapat dukungan dari publik. Partai harus menampilkan wajah yang terbuka kepada publik.

"PDI Perjuangan ini kan partai yang solid. Tapi sekarang menghadapi perubahan, dibutuhkan orang-orang yang mempunyai kemampuan komunikasi terbuka. Adi Sutarwijono orang yang saya kira memiliki pengalaman dan keterampilan untuk melakukan itu. Jadi saya kira ini saat yang bagus. PDI Perjuangan dalam membangun komunikasi dengan publik, menjaga kepercayaan publik, dipegang Adi itu pas," ujar Suko saat dihubungi, Minggu (7/7/2019).

Seperti diketahui, DPP PDI Perjuangan menugaskan Adi Sutarwijono untuk memimpin DPC PDI Perjuangan Surabaya selama lima tahun ke depan. Keputusan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu dibacakan dalam Konfercab DPC PDI Perjuangan Surabaya, Minggu (7/7/2019).

Megawati menugaskan dua ketua DPP yaitu Nusyirwan Sudjono dan Ribka Tjiptaning untuk menyampaikan keputusan DPP tersebut. Mereka membacakan keputusan yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.

Suko menambahkan, saat ini mayoritas partai relatif belum mampu menyampaikan penyelesaian persoalan publik secara terbuka kepada masyarakat. PDI Perjuangan Surabaya dengan dipimpin Adi Sutarwijono diyakini bisa melakukan model komunikasi publik yang lebih baik untuk terus menjaga kepercayaan rakyat.

"Saya meneliti tentang komunikasi politik. Kalau ada persoalan masyarakat, itu Adi menyampaikan kepada publik secara terbuka. Misalnya menyampaikan mengapa PDI Perjuangan mengambil sikap seperti itu (dalam sebuah persoalan masyarakat). Di banyak tempat, banyak partai menyelesaikan persoalan itu di ruang DPRD saja. Nah Adi memberikan penjelasan ke media, membuka kesempatan dialog dengan masyarakat, saya kira itu bagus, yang dibutuhkan publik seperti itu," ujarnya.

Menurut Suko, dengan dipilihnya Adi oleh DPP PDI Perjuangan, itu menunjukkan bahwa partai berlambang banteng itu mampu melakukan regenerasi dan pengelolaan organisasi secara bagus. 

"PDI Perjuangan menjalankan regenerasinya bagus dibanding partai lain, sangat terorganisasi. Bahwa kemudian itu terjadi pergantian, itu hal bagus, dengan begitu ada proses regenerasi. Lebih terbuka, karir dari orang PDI Perjuangan lebih tertata rapi. Partai modern seharusnya demikian," pungkas doktor komunikasi politik tersebut. (windhi/by).