Berkat "Selfie", Produktivitas Nelayan Meningkat

Sabtu, 06 Jul 2019 | 02.00 WIB

Berkat

Arif menunjukan alat Selfie yang dipasang di perahu nelayan. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Inovasi terbaru terus dilahirkan mahasiswa ITS. Salah satunya adalah inovasi yang berangkat dari pentingnya pemanfaatan energi terbarukan, sehingga penciptaan Solar Eco Light Fishing Caller (Selfie) oleh salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ITS diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan penggunanya.

Arif Priyo Hutomo, Aprilia Dini R, Sebastian Pratama A, Bintang Pratama dan Nabila Puspita F, mahasiswa penggagas ide cemerlang tersebut. Kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro (FTE) ITS ini mendapat inspirasi dari laboratorium Konversi Energi milik Departemen Teknik Elektro.

Salah satu fokus yang ditekankan dalam laboratorium ini ialah energi terbarukan. Oleh sebab itu, tim mahasiswa di bawah bimbingan dosen Ir Sjamsjul Anam MT ini ingin memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat sesuai kelebihan yang dipelajari dalam bidang keilmuannya.

Pada dasarnya, menurut Arif Priyo Hutomo selaku ketua tim, Selfie memanfaatkan energi cahaya matahari. Energi cahaya matahari yang ditangkap akan dimaksimalkan dengan Maximum Power Point Tracker (MPPT) dan selanjutnya Photovoltaics (PV) akan mengonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik.

“Hingga akhirnya energi yang terkumpul disimpan ke dalam baterai dan dihubungkan ke inverter agar dapat menyalakan lampu,” terangnya.

Arif memaparkan bahwa energi matahari digunakan karena memiliki berbagai kelebihan. Dia dan tim yakin bahwa energi matahari yang diperoleh, mampu menjadi sumber energi yang baik bagi alat dan adaptif Light Emitting Diode (LED). Selain itu, biaya penggunaan Selfie juga lebih hemat 84 persen daripada Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Bahkan menurut penelitian kami, Selfie mampu meningkatkan tangkapan ikan lebih banyak 30 persen dari sebelumnya,” tandasnya meyakinkan.

Sebagai mitra, tim PKM ini memilih Rukun Nelayan Samudra, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik Jatim. Hal tersebut, menurut Arif, karena Gresik merupakan salah satu daerah dengan potensi ikan terbesar di wilayah Jatim. Ditambah lagi lokasinya yang mudah dijangkau dari kampus ITS di Surabaya.

“Kebetulan juga mitra kami di sana menggunakan bagan tancap untuk menangkap ikan, sehingga sangat pas untuk dipasang alat Selfie kami dibanding metode lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut, Arif mengucapkan terima kasih ke berbagai pihak yang telah membantu berjalannya PKM ini. Ke depannya, Arif dan tim berharap agar Selfie mampu dikembangkan, khususnya dalam aspek otomasi atau pembaruan fitur lain dan mampu menarik ikan lebih baik dari sebelumnya. “Sehingga rancangan kami dapat lebih membantu masyarakat dan diterapkan oleh banyak mitra,” pungkas Arif. (windhi/by)