Wali Kota Sembuh, Surabaya Dapat Hibah Bangunan Kementerian Keuangan

Sabtu, 06 Jul 2019 | 01.00 WIB

Wali Kota Sembuh, Surabaya Dapat Hibah Bangunan Kementerian Keuangan

Saat penandatanganan penyerahan aset dari Kementerian Keuangan. (WIndhi/Centroone)



Centroone.com - Di hari yang sama, dua hari pascakeluar dari rumah sakit, Wali Kota Tri Rismaharini menerima kunjungan dari Kementerian Keuangan. Namun pada kunjungan ini wali kota tak menerima tamunya di kantor wali kota, melainkan di rumah dinasnya, Jl Sedap Malam, Jumat (5/7/2019).

Pada kunjungan ini, wali kota sangat sumringah. Pasalnya, pihak Kementerian Keuangan membawa angin menggembirakan, yakni menyerahkan hibah bangunan tua. Bangunan tua itu bekas rumah milik Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak.

Dijelaskan wali kota, awalnya pemkot tahu ada aset tanah yang di atasnya berdiri bangunan milik Dirjen Pajak. Bangunan itu memang telah lama kosong, karena itu pemkot mengajukan hibah ke Kementerian Keuangan. 
“Ternyata pengajuan kami diterima. Alhamdulillah, terimakasih banyak,” kata Wali Kota Risma saat menyambut jajaran dari Kementerian Keuangan.

Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan, setelah aset itu diserahkan kepada pemkot, maka aset itu akan langsung dialihfungsikan menjadi lapangan SDN Kertajaya. Sebab, sekolah favorit itu tidak ada lapangannya, sehingga ruang gerak dan interaksinya masih kurang. “Aset ini nanti akan kami gunakan untuk lapangan sekolahan, supaya anak-anak senang,” tegasnya.

Sementara M Lucky Akbar, Kepala Bagian Pemindah Tanganan dan Penghapusan Barang Milik Negara Kementerian Keuangan mengatakan, aset yang dihibahkan ini adalah sebuah rumah dinas atau rumah negara milik Dirjen Pajak, yang mana rumah itu berada di atas tanah milik Pemkot Surabaya. Karena sudah lama tidak digunakan dan daripada mangkrak lalu rusak, maka kemudian dihibahkan kepada Pemkot Surabaya.

“Ini bentuk kepedulian kami dari Kementerian Keuangan. Dengan banyaknya aset yang kami miliki, kami bisa bersinergi dengan pemerintah derah, termasuk dengan Pemkot Surabaya,” kata Lucky.

Menurut Lucky, proses hibah ini awalnya pengajuan dari Pemkot Surabaya. Kemudian, Kementerian Keuangan mempelajari dan ternyata memang tidak dibutuhkan, sehingga aset itu akhirnya diserahkan kepada Pemkot Surabaya.

“Kira-kira prosesnya setahun, karena kita kan harus melihat aspek lain, seperti apakah ada masalah atau tidak misalnya tunggakan listriknya atau masalah lainnya. Kami juga tidak ingin saat diserahkan masih ada masalah. Sekarang sudah oke semuanya dan kami hibahkan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu memastikan bahwa Pemkot Surabaya mengajukan hibah itu pada 23 Mei 2018. Satu tahun kemudian pada 19 Maret 2019, pemkot  mendapatkan surat persetujuan dan baru hari ini dilakukan penandatanganan hibah serta berita acara serahterima hibah itu.

“Rumah yang dihibahkan itu rumah negara golongan II Tipe A Permanen dengan luasan mencapai 212 meter persegi. Setelah diserahkan ini, kami langsung melakukan pengamanan aset, baik administrasi maupun pemasangan papan keterangan aset milik pemkot,” pungkasnya. (windhi/by)