Tidak Bingung Hadapi Kedatangan Kaum Urban

Senin, 10 Jun 2019 | 16.02 WIB

Tidak Bingung Hadapi Kedatangan Kaum Urban

Wali Kota Tri Rismaharini saat halal bihalal.(windhi/centroone)


Centroone.com - Kota Surabaya sudah tak pernah bingung dengan arus urbanisasi yang biasa dialami kota besar pascalebaran. Bahkan tahun ini, sweeping terhadap kaum urban juga tak gencar dilakukan di pintu masuk Kota Pahlawan.

Ini ditegaskan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Menurut dia, urusan razia masuknya kaum urban, di Surabaya sudah tak mengenal saat lebaran saja. Hal ini lantaran Pemkot Surabaya sudah rutin menggelar sweeping penduduk baru, walau bukan pada saat setelah lebaran.

“Dari sweeping yang tak kenal waktu lebaran itu, saat ini sudah ada yang ditampung di Liponsos Keputih. Nanti akan kita pulangkan setelah dilakukan pendataan,” jelas Wali Kota Risma.

Dia mengakui, Yustisi rutin itu menyasar berbagai kawasan di Surabaya. Setiap pendatang baru yang terdata, memang harus ada identitas yang jelas dan tujuannya juga jelas. 

“Kalau memang tak memiliki identitas dan tujuannya tak jelas, apalagi di Surabaya tidak ada yang bertanggungjawab, maka kita tak bisa melindunginya. Kita razia dan kita bawa ke Liponsos untuk ditampung sementara,” tambah wali kota.

Sejauh ini, kata wali kota, tren kedatangan kaum urban itu relative terkendali. Ini disebabkan karena banyak yang sudah tahu kalau Surabaya itu memiliki aturan ketat. Sehingga, jika kaum urban nekad ke Surabaya tanpa identitas, tanpa keahlian serta tak jelas tujuan dan penanggungjawabnya, maka saat terkena razia pasti akan dipulangkan. (windhi/by)