Digitalisasi Pengadaan Barang-Jasa Efektif Tingkatkan Produktivitas UMKM

Selasa, 14 Mei 2019 | 23.33 WIB

Digitalisasi Pengadaan Barang-Jasa Efektif Tingkatkan Produktivitas UMKM

Edukasi Mbizmarket Untuk Pemberdayaan UMKM di Era Digital (Centroone)


Centroone.com - Hasil analisis yang dilakukan oleh Mbiz terungkap bahwa UMKM dengan produk-produknya yang unik dan kreatif berpeluang menjadi mitra potensial bagi perusahaan-perusahaan besar ataupun startup yang sedang gencar melakukan sosialisasi dan pemasaran.  

Data-data Mbiz menunjukkan 80% kegiatan e-procurement di Indonesia satu tahun terakhir  didominasi oleh kebutuhan pengadaan produk-produk terkustomisasi dan jasa pendukung aktivasi kampanye  permasaran perusahaan dan vendor penyedia kebutuhan tersebut adalah badan usaha skala kecil dan menengah. 

Dengan besarnya potensi UMKM untuk berkembang, digitalisasi UMKM jadi salah satu solusi untuk membawa UMKM ke tingkat yang lebih tinggi.  Menurut Kasie Pemberdayaan IKM Elektronika dan Telematika, Dit. IKM LMEA, Ditjen IKMA, Kementerian Perindustrian Burhan Mulyono mendorong UMKM untuk mendigitalisasi produk sangat penting untuk memajukan UMKM ke arah yang lebih baik.  Kementerian Perindustrian sendiri menargetkan untuk mendigitalisasi setidaknya 10 ribu UMKM di Indonesia. 

" Jika tidak didorong dengan digitalisasi, apalagi terkait dengan program pemerintah menuju era 4.0, akan sulit bersaing dengan negara lain.  Sekarang banyak diketahui usaha kecil dan menengah masih biasa saja.  Ala kadarnya. Diharapkan dengan adanya forum seperti ini, Mbiz bisa melibatkan dinas-dinas terkait, seperti dinas perdagangan dan perindustrian. Jadi ada sinergitas. " Tutur Burhan di sela Edukasi Mbizmarket Untuk Pemberdayaan UMKM di Era Digital, Selasa, 14 Mei 2019 di Surabaya. 

Andik Duana Putra, Chief Commercial officer (Cco) Mbiz mengungkapkan proses digitalisasi pengadaan barang dan jasa efektif dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kinerja perusahaan. Namun meskipun begitu selama ini besarnya biaya pembangunan dan pengembangan sistem, serta persoalan sumber daya sering menjadi kendala dalam melakukan transformasi digital di bidang pengadaan barang dan jasa. 

" Kami ingin dampak positif tersebut juga dapat dirasakan oleh bisnis dari berbagai skala, termasuk usaha kecil dan menengah. Inilah yang mendorong kami memperluas jangkauan layanan dan manfaat dengan meluncurkan Mbizmarket." tukasnya. 

"Dengan makin luasnya penerapan e-procurement hingga menyentuh skala bisnis UMKM, kami optimistis adopsi nilai-nilai transparansi,  akuntabilitas, dan integritas yang sangat penting bagi peningkatan kompetensi juga akan makin membudaya di kalangan dunia usaha Indonesia" lanjut Andik. 

Tahun depan sendiri, Kementrian Perindustrian - seperti diungkapkan Burhan Mulyono menargetkan dari angka 10 ribu UMKM , 10 persen sudah terdigitalisasi.  Apalagi dengan gencarnya program e-Smart  IKM dari Kementrian Perindustrian di sejumlah provinsi - tidak terkecuali Jawa Timur serta forum edukasi seperti dari Mbiz. 

"Untuk itulah kami gencar memberikan edukasi kepada pelaku usaha, termasuk UMKM di lawa Timur yang jumlahnya pada akhir tahun 2018 bahkan sudah melampaui angka 12 juta, agar mereka bisa naik kelas menjadi pelaku usaha dengan skala bisnis yang makin meningkat. Diharapkan UMKM di Indonesia, termasuk di Surabaya makin tanggap terhadap besarnya peluang ini.  " ujar Andik.  by