Bursa Kerja Terbuka Diserbu Pencari Kerja

Selasa, 14 Mei 2019 | 20.59 WIB

Bursa Kerja Terbuka Diserbu Pencari Kerja

Bursa Kerja Terbua yang dibuka Wali Kota Surabaya. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Pemkot Surabaya melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta, mengadakan acara Bursa Kerja Terbuka Tahun 2019. Acara yang dilaksanakan selama dua hari, 14-15 Mei 2019, bertempat di gedung Convention Hall, Jl Arif Rahman Hakim.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka secara resmi Bursa Kerja Terbuka tersebut. Dalam sambutannya, dia mengungkapkan rasa terima kasih kepada perusahaan-perusahaan swasta yang sudah bekerjasama untuk merangkul tenaga kerja. Ini juga menjadi ajang bagi para pencari kerja untuk menunjukkan potensi atau keahliannya.

“Saya perwakilan Pemerintah Kota Surabaya mengucapkan terima kasih kepada seluruh perwakilan perusahaan. Karena bapak ibu sekalian, anak-anakku khususnya warga Kota Surabaya lebih mudah untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya,” kata Wali Kota Risma, Selasa (14/5/2019).

Pada kesempatan ini, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu mengajak kepada perusahan-perusahaan yang terlibat, untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas dan kualitas para pekerjanya, serta terus mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Mengingat di tahun 2020, Indonesia memasuki era pasar bebas. Karena itu, dia juga berpesan kepada para pencari kerja agar meningkatkan kapasitas dan kualitas untuk menghadapi era pasar bebas tersebut.

“Karena itu, mau tidak mau kita harus meningkatkan kapasitas dan meningkatkan kualitas terutama dari sisi persaingan. Jadi bapak ibu, saya rasa keterampilan harus terus diasah, dan dikembangkan. Jadi tidak hanya itu-itu saja,” ujarnya.

Sementara Kepala Disnaker Kota Surabaya Dwi Purnomo menjelaskan, melalui bursa kerja tersebut, pihaknya mendukung penuh pertemuan antar perusahaan dengan para pencari kerja. Sehingga tujuan mengurangi angka pengangguran di Kota Surabaya semakin menipis.  “Kita undang perusahaan-perusahaan ini agar bisa memilih sesuai keahlian tenaga pekerja yang dibutuhkan. Begitu juga sebaliknya, pencari kerja juga kami fasilitasi agar menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang dimiliki,” kata Dwi.

Dia memastikan, acara yang digelar selama dua hari itu, menarik antusias masyarakat Kota Surabaya dalam mendapatkan pekerjaan. Terbukti, dari jumlah pendaftar berbasis online, sampai hari ini sudah mencapai 4.500 pelamar. Sementara tenaga kerja yang dibutuhkan berjumlah 1.600 orang.

“Jumlah kali ini 40 perusahaan yang kami ajak kerjasama, kemudian dengan total pencari kerja sebanyak 4.500 pelamar, itu masih terus bertambah. Biasanya hari kedua lebih ramai. Kita buka dari pukul 08.00 sampai 16.00, dan tenaga yang dibutuhkan 1.600 orang, jadi harus benar-benar bersaing,” ungkapnya.

Pihaknya menyebut, dalam setahun Disnaker Surabaya menggelar Bursa Kerja Terbuka sebanyak tujuh kali. Tak hanya itu, bahkan Disnaker juga terus melakukan monitoring kepada para pencari kerja yang telah diterima oleh perusahaan-perusahaan tersebut. “Job fair kami ada empat kali, kami letakkan di kelurahan-kecamatan biar merata. Lalu untuk skala besar (job fair, red), kita letakkan di Convention Hall seperti ini,” terangnya.

Gaung Bursa Kerja Terbuka kali ini tidak hanya terdengar oleh masyarakat Kota Surabaya. Bahkan, para pencari kerja juga datang dari daerah lain di Jawa Timur.

​Salah satunya adalah Nisaul Qoriah yang berasal dari Jember. “Menurut saya ini sangat membantu teman-teman seperti saya mencari pengalaman, pekerjaan, apalagi yang fresh graduated (baru lulus, red) masih belum punya pengalaman di bidang yang saya pelajari,” ujar perempuan alumni Politeknik Negeri Jember. (windhi/by)