Daya Baca Masyarakat Jatim capai 71 Persen

Senin, 13 Mei 2019 | 19.31 WIB

Daya Baca Masyarakat Jatim capai 71 Persen

Kegiatan Ngabubu Read yang dibarengi membudayakan literasi. (WIndhi/Centroone)


Centroone.com - Tingkat daya baca masyarakat Jawa Timur berada diatas nasional. Hasil survei Litbang Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyebutkan, tingkat daya baca masyarakat Jatim mencapai 71 persen.

Hal ini diungkapkan Pustakawan Ahli Utama, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersa) Jatim Sudjono pada kegiatan Ngabubu Read di pelataran Masjid Joglo Roudlotul Muttaqin, Istana Aloha, Sidoarjo, Minggu (12/5/2018) sore.

Sudjono mengatakan, meskipun capaian daya baca di Jatim cukup tinggi, pihaknya terus melakukan inovasi yang lebih kreatif. Inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya baca yang semakin meningkat dengan sejumlah kegiatan stimulus.

Inovasi itu antara lain, menumbuhkembangkan kelompok pendongeng. Membuat wisata arsip anak sekolah dan mempromosikan e-Perpus yang bisa diakses secara online. Dengan demikian, semangat literasi dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan beragam usia.

Ngabubu Read merupakan kegiatan kerjasama antar komunitas pegiat literasi di Jatim, diantaranya Literate Millenial Movvement, Abbimayu Libbrary, Forum TBM, ATPUSI, HIMAFORSTA, Prodi Ilmu Perpustakaan Fisip Unair, Stereotic dan Mumtaz Kichen.

Kegiatan diisi dengan diskusi umum bertemakan “Moco Kahanan” menghadirkan narasumber diantaranya Yusron Aminulloh penulis buku, aktivis literasi dan motivator MEP, Umar Solahudin akademisi dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dan Kartono pendiri TBM Kawan Kami di eks lokalisasi Dolly. Kegiatan lain sambil menunggu waktu berbuka yakni story telling, musikalisasi, baca puisi dan shalawat hadrah banjari.

Diskusi literasi di pelataran masjid diikuti lebih dari dua ratus aktivis mahasiswa pegiat literasi, mereka berasal dari  Universitas Airlangga, Universitas Wijaya Kusuma, Universitas Islam Negeri Surabaya, aktivis Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Surabaya dan Sidoarjo, remaja masjid dan masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, pengelola Masjid Joglo Roudlotul Muttaqin menerima sumbangan buku untuk menambah koleksi perpustakaan masjid sebanyak 50 judul buku dari Dispersa Jatim. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan buku ini, semoga kegiatan ini dan koleksi buku yang kami peroleh terus memacu pengelola masjid untuk semakin memakmurkan kegiatan masjid,” kata M Khoirul Rijal, Takmir Masjid Joglo Roudlotul Muttaqin.

Rijal menambahkan, sejak selesai pembangunannya pada Oktober 2018 silam, Masjid Joglo juga konsen dalam melestarikan pengembangan seni tradisional dan budaya khususnya budaya Islami. “Kegiatan di masjid ini bukan hanya fokus dalam peningkatan hablum minallah, namun juga menyeimbangkan hubungan antara sesama manusia yakni hablumminannas. Sehingga fungsi masjid ini adalah sebagai sarana komunikasi antar jamaah dan masyarakat,” jelasnya. (windhi/by)