Persoalan Suara Bangkalan, Masih Jadi Momok di Rekapitulasi KPU Jatim

Sabtu, 11 Mei 2019 | 01.57 WIB

Persoalan Suara Bangkalan, Masih Jadi Momok di Rekapitulasi KPU Jatim

Penyandingan data di rekapitulasi KPU Jatim. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Proses rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 dalam rapat pleno terbuka KPU Jatim di Hotel Singgasan Surabaya, molor. Sampai Jumat (10/5/2019) pukul 23.35, rekapitulasi KPU Bangkalan masih berlangsung. Bahkan saking alotnya pembahasan tersebut, KPU Jatim, Bawaslu Jatim, KPU Bangkalan dan Bawaslu Bangkalan harus menskors rekapitulasi itu 2x10 menit.

Hasilnya, empat lembaga itu memutuskan harus dilakukan penyandingan data. "Harus ada data yang disandingkan, yakni data DA1 dan DB1 yang dimiliki PAN dan PKS. Ini terkait laporan yang disampaikan ke Bawaslu setempat atas perolehan caleg DPR RI, DPR Pronvinsi serta DPD," ujar Komisioner KPU Jatim Miftahurrozak.

Saat masalah ini difloorkan pun masih diwarnai berbagai interupsi. Namun dengan tegas pihak KPU Jatim memutuskan pelaksanaan penyandingan data sesuai dengan apa yang sudah dirapatkan. Dari penyandingan data itu diharapkan ada solusi atas apa yang dipersoalkan.

Rekapitulasi hasil KPU Bangkalan ini terbilang lama. Sebelumnya pada 9 Mei 2019 yang menjadi jadwal terakhir rekapitulasi KPU Jatim, harus molor lantaran pembacaan rekap KPU Pamekasan. Bahkan malam itu harus ditunda dan dilanjut sampai 10 Mei 2019 pagi. Berikutnya dilakukan pembacaan rekapitulasi KPU Sampang dan Sumenep, kini sampai 11 Mei 2019 pukul 00.15 masih belum juga rampung. 

Seperti Pemilu sebelumnya (baik itu Pilgub, Pileg serta Pilpres) hasil perolehan suara di Madura selalu saja diwarnai protes. Namun walau ada protes, namun secara keseluruhan pelaksanaan Pemilu di Jatim terbilang kondusif. (windhi/by) .