Stok Daging Jatim Berlebih, Mampu Suplai Provinsi Lain

Jumat, 10 Mei 2019 | 21.00 WIB

Stok Daging Jatim Berlebih, Mampu Suplai Provinsi Lain

Daging sapi segar yang masih jadi primadona masyarakat. (ist)


Centroone.com - Ketersediaan daging sapi selama Ramadhan di Jatim, masih aman. Hal ini ditegaskan Dinas Peternakan (Disnak) Jatim jika ketersediaan bahan pangan daging sapi, daging ayam dan telur ayam ras tetap aman sampai lebaran.

Disampaikan Kepala Disnak Jatim Wemmy Niamawati, stok-stok itu justru berlebih, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan provinsi lainnya. “Diperkirakan kenaikan harga masih ada, namun bisa dibilang terjangkau. Selain itu ketersediaan komoditi ini masih cukup maka diharapkan tidak menimbulkan gejolak harga yang mencolok,” kata Wemmy Niamawati, Jumat (10/5/2019).

Ditegaskannya, untuk ketersediaan daging sapi selama Mei-Juni sebanyak 15.580 ton, sedangkan untuk kebutuhan 14.872 ton. Sementara untuk daging ayam masih ada sekitar 79.855 ton dengan kebutuhan 69.822. Itu menunjukan jika stok di Jatim masih cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya. 

Dia juga mengatakan, agar tak terjadi lonjakan harga bahan pokok akibat peningkatan kebutuhan yang cukup tinggi, pihaknya sudah memiliki antisipasi itu. Bahkan pihaknya terus menjaga keseimbangan supply demand (pasokan dan permintaan). Wemmy menuturkan, pada saat puasa dan lebaran biasanya akan ada kenaikan harga sebesar 10 hingga 20 persen.

“Sampai saat ini harga daging sapi jika pada hari biasa Rp109.000 per kilogram, saat puasa biasa mencapai sekitar Rp110.000 per kilogram. Pada H-3 hingga H+3 lebaran diprediksi naik sekitar Rp108.800-130.500 per kilogram,” ujarnya.

Untuk menghambat kenaikan harga serta terjadinya fluktuasi, Disnak Jatim akan melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota di Jatim, pelaku usaha, asosiasi, satgas pangan untuk menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan transportasi. Disnak juga melakukan pemantauan ke produsen atau peternak, asosiasi, rumah potong hewan (RPH) dan pasar untuk melihat langsung kesiapan pasokan dan harga yang berkembang.

“Kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membiasakan mengkonsumsi daging unggas beku melalui media massa dan kampanye mengkonsumsi produk olahan, agar tidak tergantung pada ketersediaan daging segar,” beber Wemmy yang juga akan menggelar pasar murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (windhi/by)