Gelar Diskusi, ExxonMobil Jawab Tantangan Mahasiswa

Jumat, 12 Apr 2019 | 10.56 WIB

Gelar Diskusi, ExxonMobil Jawab Tantangan Mahasiswa

Nara sumber dan peserta diskusi, berfoto bersama. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Di era ini, mahasiswa harus mampu membekali dirinya untuk bisa menghadapi tantangan di dunia profesional. Bekal tersebut bisa didapat di dunia kampus. Namun guna mewujudkannya, ExxonMobil Cepu Limited sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri minyak dan gas bumi (migas) menjawab tantangan yang akan ditemui mahasiswa jika bekerja dalam sektor tersebut.

ExxonMobil pun menggelar Diskusi Interaktif Sinergi Energi 2019 yang bekerja sama dengan Departemen Teknik Perkapalan ITS di Aula BG Munaf Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS, Kamis (11/4/2019). 

Diskusi itu untuk memperkenalkan mahasiswa tentang dinamika praktis dalam dunia keprofesian. 

Diskusi interaktif ini kerap digelar ExxonMobil bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa). Kegiatan ini biasa dilakukan di kampus yang tertarik untuk memperkenalkan mahasiswanya tentang industri hulu migas. 

Berbagai topik disampaikan praktisi dan profesional. Mereka adalah Captain Vincent Charles selaku Mooring Master Kapal Alir Muat Terapung FSO Gagak Rimang, Kus Pribadi selaku Wakil Manajer Instalasi Lepas Pantai ExxonMobil Cepu Limited dan Rexy Mawardijaya selaku Humas dan Juru Bicara ExxonMobil Cepu Limited.

Pada diskusi dengan topik Safe Marine Terminal Operations tersebut, profesional dan praktisi yang hadir berbagi pengalaman selama bergelut di dunia industri hulu migas. Mereka memberikan pemaparan dunia tersebut dalam tataran praktik, khususnya tentang proses produksi minyak di Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro. 

Disampaikan Amni Nadya selaku staf Urusan Humas yang mewakili SKK Migas Jabanusa tentang pentingnya kajian industri hulu migas di dunia kampus. “Karena melalui sinergi ini kita juga membutuhkan lulusan-lulusan kampus yang bisa berkontribusi dalam kemajuan hulu migas di Indonesia ke depannya,” papar Amni.

Sementara Captain Vincent menjelaskan tentang bagaimana teknologi terkini dapat diterapkan dalam pengelolaan Kapal Alir Muat Terapung FSO. Praktisi terakhir, Kus Pribadi yang juga merupakan alumnus Teknik Perkapalan ITS membagikan pengalaman profesionalnya dan perjalanan karirnya setelah menempuh pendidikan di Kampus Pahlawan ini.

Menanggapi diskusi tersebut, Kepala Departemen Teknik Perkapalan FTK ITS Ir Wasis Dwi Aryawan MSc PhD menyampaikan, pertukaran ide dan pengalaman seperti ini sangat penting dalam dunia akademis. Karena menurut dosen yang berkompetensi di bidang desain kapal ini, wawasan praktis dunia kerja sangat perlu dikuasai oleh mahasiswa. “Saya harap kegiatan seperti ini juga membangun kerja sama berkesinambungan antara kedua pihak,” tutur Wasis yang juga bertindak sebagai moderator diskusi. (windhi/by).

...
0




There are 0 comments in this current article