Closing Lecture, Rektor ITS Berbagi Pengalaman

Kamis, 11 Apr 2019 | 09.00 WIB

Closing Lecture, Rektor ITS Berbagi Pengalaman

Joni Hermana (Batik Kuning) diantara jajaran dosen dan staf ITS. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Menjalani masa kepemimpinan di antara masa transisi menuju status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) menjadi kisah panjang kesuksesan perjuangan Prof Ir Joni Hermana MScES PhD sebagai Rektor ITS periode 2014-2019. Kesuksesannya itu pun dibagikan kepada para sivitas akademika ITS melalui Closing Lecture yang juga menandai akhir masa kepemimpinannya sebagai rektor yang digelar di gedung Menara Sains ITS, Rabu (10/4/2019).

Bertajuk Leadership by Heart, kuliah umum tentang masa kepemimpinan Joni ini berisi serangkaian ilmu dan pengalamannya dalam memaknai kepemimpinan serta upaya penerapannya dalam memimpin ITS. Acara singkat yang terinspirasi dari tradisi perguruan tinggi di Jepang dan Eropa ini sekaligus menjadi media pertanggungjawabannya kepada seluruh pihak selama dirinya memimpin ITS. Dengan demikian, kepemimpinannya yang akan berakhir pada 12 April 2019 ini menjadi informasi bersama sekaligus menjadi media sharing secara terbuka bagi semua pihak.

Joni menyampaikan bahwa acara ini juga menjadi salah satu upaya mengatasi masalah para lulusan ITS di dunia kerja selama ini. Sebab, berdasar survei kepada beberapa perusahaan, kelemahan lulusan ITS dalam dunia kerja adalah kemampuan kepemimpinannya yang masih lemah. Sehingga menjadi aspek utama yang tidak mendapat kepuasan perusahaan.

“Dengan demikian, saya berharap melalui pengalaman saya selama empat tahun ini, mahasiswa memahami keterkaitan antara teori dan penerapannya juga,” jelas pria kelahiran Bandung tersebut di hadapan lebih dari 500 hadirin yang terdiri dari para dosen, karyawan dan mahasiswa ITS.

Meluruskan peran dan wewenang kepemimpinan, Joni menjelaskan perbedaan antara pemimpin, manajer dan entrepreneur. Menurutnya, seorang pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan menentukan pilihan yang benar. “Ia lah (pemimpin, red) yang nantinya paling berwenang menentukan arah tujuan organisasi yang dipimpinnya,” papar Guru Besar Teknik Lingkungan ini.

Sementara itu, lanjutnya, manajer didefinisikan sebagai orang yang hanya mengerjakan sesuatu yang menjadi tugasnya saja, di luar itu enggan ia kerjakan. Sedangkan entrepreneur ia definisikan sebagai orang yang mampu melihat peluang, bukan hanya sebatas pengusaha.

Pemimpin yang ideal, menurut Joni, harus memiliki tiga peran ini sekaligus dalam dirinya. Pemimpin yang ideal juga harus berani mengambil suatu keputusan dengan segala resiko yang menyertainya. Namun pengambilan keputusan tersebut tentunya berdasarkan banyak pertimbangan matang dan dianggap merupakan pilihan yang terbaik.

“Pada dasarnya, biasanya pemimpin yang baik itu memiliki intuisi tersendiri dalam menentukan dan membedakan antara sesuatu yang baik dan buruk serta tepat dan kurang tepat,” papar pria kelahiran 1960 ini.

Sedangkan berdasar penerapannya, banyak strategi kerja yang dilakukan Joni dalam memajukan ITS. Selama masa kepemimpinannya, ia membagi menjadi tiga fokus utama, yakni transformasi PTN-BH secara utuh, kontribusi ITS bagi masyarakat, serta pencapaian dalam peringkat World Class University. Ketiga hal ini merupakan visi besar yang sukses diwujudkan Joni selama masa kepemimpinannya. Lebih luas lagi, visi utama ITS menuju Entrepreneur University pada tahun 2035 mendatang turut termasuk dalam tiga fokus yang diupayakan tersebut. 

Sementara dalam perjalanannya, Joni merumuskan beberapa nilai yang berlaku di ITS. Nilai-nilai inilah yang menjadi sebuah kesepahaman, sehingga menjadi sebuah aturan dalam berbagai aktivitas. Nilai-nilai tersebut yakni Etika dan Integritas, Kreativitas dan Inovasi, Ekselensi, Kepemimpinan yang kuat, Sinergi, Kebersamaan Sosial dan Tanggung Jawab Sosial, Semangat Kepahlawanan serta Kemandiran. (windhi/by)