Kehangatan Tuan Rumah Faktor Penting Wisatawan Pilih Akomodasi

Rabu, 10 Apr 2019 | 20.00 WIB

Kehangatan Tuan Rumah Faktor Penting Wisatawan Pilih Akomodasi

ilustrasi (bookingcom)



Centroone.com - Wisatawan saat ini memiliki lebih banyak pilihan akomodasi ketika merencanakan perjalanan mereka. Karena itu, menjadi ‘tuan rumah’ yang baik dapat menjadi pembeda satu properti dengan properti lainnya. Penelitian Booking.com yang dilakukan terhadap lebih dari 21.500 wisatawan global menemukan hampir dua pertiga (63%) responden percaya bahwa masa inap mereka menjadi jauh lebih baik karena orang- orang yang mengelola akomodasi.

Lebih dari setengah (51%) wisatawan bahkan memilih untuk menginap di akomodasi yang sama lagi terutama karena senang dengan kehangatan tuan rumahnya.  Peran tuan rumah akan terus menjadi faktor penting bagi wisatawan yang mencari akomodasi alternatif tahun ini. Sebab, lebih dari dua pertiga (69%) responden berencana untuk menginap di akomodasi yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan pemilik atau manajer properti pada tahun 2019. Interaksi ini terjadi ketika tuan rumah berada di properti setiap hari, atau ketika mereka memberikan sambutan hangat pada saat kedatangan tamu.

Penelitian ini juga menemukan bahwa beberapa orang cukup senang hanya dengan disambut hangat dan sederhana. Namun, ada juga tipe wisatawan yang memiliki ekspektasi tinggi tentang pelayanan dari tuan rumah. Bagi sebagian besar (66%) responden, perasaan seperti di rumah sendiri sangatlah penting. Sedangkan untuk 62% responden manfaat utama akomodasi dengan tuan rumah adalah mendapatkan informasi 'orang dalam' dari penduduk asli daerah itu. Hampir setengah (45%) responden mengandalkan informasi ini untuk berhemat dan menghindari berbagai jebakan turis. 

Namun, tidak hanya sekadar soal memberi sambutan atau menggelar pesta. Perlu ada keseimbangan untuk memastikan tamu mendapatkan pengalaman terbaik, karena tidak semua orang tertarik untuk terlalu beramah tamah. Lebih dari setengah responden (52%) merasa bahwa mereka hanya perlu melihat tuan rumah mereka sekali saja, dan lebih dari sepertiganya (36%) berharap hanya dihubungi sekali saat check-in dan sekali saat check-out. Menyeimbangkan antara harapan tamu tentang tuan rumah yang tahu kebutuhan mereka dan batasan dari pelayanan personal ini bisa jadi cukup rumit. 

Apa lagi, sebanyak 69% responden percaya bahwa tuan rumah harus tahu secara intuitif jumlah waktu yang tepat untuk dihabiskan bersama tamu. Hampir empat dari lima (79%) responden merasa ini adalah cara untuk menghargai kebutuhan tamu akan ruang pribadi dan privasi.

“Di Booking.com, kami percaya pada individualitas dan fakta bahwa masa inap yang sempurna mungkin terlihat berbeda untuk semua orang. Namun ada satu hal yang sangat jelas. Tidak masalah apakah wisatawan ingin merasa seperti di rumah sendiri, merangkul budaya lokal, menikmati kedamaian dan ketenangan, atau sekadar melarikan diri sejenak, kekuatan tuan rumah sangat penting untuk membuat pengalaman menginap menjadi pengalaman yang tak terlupakan.”kata Olivier Grémillon, Vice President di Booking.com.  by