Adies Kadir Persembahkan Penghargaan Untuk Warga Surabaya-Sidoarjo

Senin, 11 Mar 2019 | 16.00 WIB

Adies Kadir Persembahkan Penghargaan Untuk Warga Surabaya-Sidoarjo

Adies Kadir saat menerima piagam penghargaan anggota parlemen aspiratif. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Kinerja Adies Kadir, anggota Komisi III DPR RI patut diapresisasi. Wakil rakyat yang selalu melibatkan rakyat untuk berpartisipasi, sehingga bisa terus melihat kondisi masyarakat khususnya di Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo, menjadi alasan utama penghargaan ini. Tak salah jika politisi Partai Golkar ini, berhasil menyabet penghargaan 'Teropong Parlemen Award 2019' untuk kategori anggota parlemen yang aspiratif pada Kamis (7/3/2019)

Adies Kadir yang juga Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI ini, dinilai mampu merumuskan masalah, memberikan solusi konkrit, vokal dalam memperjuangkan aspirasi rakyat serta inofatif. Menurut dia penghargaan itu dipersembahkannya untuk masyarakat Surabaya dan Sidoarja yang tak lain adalah wilayah daerah pemilihannya.

"Saya persembahkan penghargain ini untuk masyarakat Surabaya dan Sidoarjo," kata Adies , Senin (11/3/2019).

Melalui penghargain ini, Wakil Ketua Koordinator Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar ini mengaku, tak akan cepat berpuas diri. Menurutnya, masih banyak tugas ke depan untuk terus memperhatikan aspirasi masyarakat daerah pemilihannya untuk dibawa dan diperjuangkan di parlemen. "Masih banyak tugas saya ke depan yang harus saya selesaikan, teruntuk kepentingan masyarakat Surabaya dan Sidoarjo," sambung Wakil Ketua Mahkamah Konstistusi Dewan (MKD) DPR RI ini.

Adies juga berjanji, jika dipercayai kembali untuk mewakili masyarakat Surabaya dan Sidoarjo di DPR RI pada periode 2019-2024, dirinya ingin lebih giat lagi bekerja di DPR untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Salah satunya yang saat ini dirinya sedang perjuangkan untuk masyarakat Surabaya adalah surat ijo agar para penghuninya bisa mewariskan hingga ke anak cucunya.

Dalam istilah pertanahan, surat ijo adalah tanah aset milik pemerintah kota yang dialihfungsikan menjadi lahan bangunan atau rumah warga ataupun untuk lahan usaha lainnya. Di mana pengguna lahan tersebut harus membayar retribusi kepada pemerintah kota setempat. "Saya sedang perjuangkan hak mereka, agar masyarakat Surabaya mendapatkan surat ijo dengan cara gratis tanpa bayar apapaun dan saya akan sampaikan ke Bapak Presiden," tandasnya. 

Untuk diketahui, penghargaan yang diberikan kepada Adies Kadir ini berdasarkan hasil riset yang dilakukan tim riset Teropong Senayan serta didukung penilain tiga juri berlatar belakang peneliti politik dan akademisi. (windhi/by)